Kiai Sepuh Cikatomas ditangani karena terpukul, sementara santri siap turun jika terjadi lambang polisi.

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Di Tasikmalaya, berita tentang penganiayaan terhadap kiai sepuh di Cikatomas, Tasikmalaya, semakin viral di media sosial. Tekanan terhadap badan keamanan semakin besar, dengan ancaman aksi dari rakyat santri meningkat jika pencegahan dianggap lambat. Kiai Abdul Yani, warga Desa Cayur, terjerat pada Rabu (15/4/2026) saat menuju kebun usai untuk sholat Dzuhur.

Ketika korban bergerak dengan kelompok orang tertentu, situasi memanas berubah jadi ancaman fisik. Informasi yang tersebar menyebut pelaku terkait organisasi yang bergerak di luar hukum. Sehari setelah peristiwa, ratusan umat Islam melakukan aksi unjuk rasa di Mapolsek Cikatomas. Mereka meminta aparat menangkap pelaku tanpa proses yang lama.

KH Muhammad Yan-yan Al Bayani menggambarkan tindakan ini sebagai kebocoran yang melukai keselamatan umat. Ia meminta Polres Tasikmala bertindak cepat, memperhatikan risiko reaksi dari rakyat santri. Meski demikian, pihak polisi tetap mempercaya kerja profesional mereka.

KH Ujang Surahman, Kepala Staf Ressant, juga mengutuk dugaan ini. Ia meminta aparat langsung menangkap pelaku sesuai hukum. Di tengah ketegangan, Kiai Apipudin meminta umat tetap tenang untuk menghindari gejolak. “Aparat harus cepat bergerak,” kata ia.

Data terkini menunjukkan penanganan kasus ini masih dalam tahap awal. Jika tidak ada progress, risiko tidak berkontrol meningkat. Masalah ini mengingatkan kita untuk menjaga keadilan dan keamanan umat, terutama para ulama yang menjadi target.

Aksi cepat dan transparan dari aparat clave untuk mencegah ketegangan yang lebih parah. Setiap rakyat punya peran untuk mendukung proses hukum. Olahan di luar hukum akan dampak negatif bagi masyarakat sebenarnya.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan