CFD ASN Tasikmalaya: Ganti Gaya, Bukan Ganti Kebiasaan

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

ASN diTasikmalaya menuntut pelaksanaan kebijakan car free day (CFD) sebagai solusi efisiensi energi, namun reaksi masyarakat yang mendadak mengkritik praktiknya. Komentar netizen mengungkap keragaman pendapat, mulai dari yang menyoroti keteladanan implementasi hingga yang melihat potensi kebijakan tersebut. Beberapa warganet mengkritik ASN karena tidak menerapkan aturan secara konsisten, seperti membawa kendaraan di luar kawasan kantor atau tidak melakukan pengawasan yang ketat. Melawan kritik, pihak ASN menyatakan niat baik untuk mengoptimalkan bahan bakar di tengah krisis energi.

Beberapa netizen mempertanyakan efektivitas kebijakan ini, mengargukannya hanya menjadi tren sementara. Contohnya, Eddy Mozart memastikan bahwa kebijakan akan kembali ke situasi lama saat pengawasan mengurang. Sebaliknya, Herra Haerani menekankan bahwa transformasi butuh waktu, meski ini tidak mengantisipasi kekhawatiran masyarakat.

Tidak berbeda dengan kebijakan ini, banyak contoh di luar negeri, seperti sistem car free day di Jepang, yang diselenggarakan dengan disiplin dan konsistensi. Ini menjadi referensi untuk pemerintah lokal mengembangkan kebijakan yang lebih berdampak jangka panjang.

Mengapa kebijakan ini menjadi drama tanpa akhir? Karena tanpa pelaksanaan yang transparan dan akuntabel, kebijakan akan tetap menjadi kesempatan untuk memasuki pola lama. Pemerintah harus tidak hanya mengejarNomor1 (mencukupi dengan surat edaran), tetapi juga menjamin keberlanjutan melalui pengawasan nyata.

Kebijakan ini mengajak pemikir-pemikir untuk mempertimbangkan bagaimana cara mengubah kebiasaan kerja dengan cara yang lebih melukis dan berkesinambungan. Bukan hanya tentang meminta orang untuk berhenti menggunakan mobil, tetapi juga menciptakan budaya kerja yang mendukung keberlanjutan lingkungan.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan