Pencurian baju batik tulis berkelap dengan nilai Rp 1,3 miliar terjadi di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan. Kejadian ini terdeteksi ketika acara pameran berlangsung, dan tiga orang terlibat dibuang polisi. Kapolsek Metro Tanah Abang, AKBP Dhimas Prasetyo, mengungkapkan penangkapan tresa terpenuhi pada 12 Februari 2026. Semua suspeksi telah terpahat dengan ketentuan Pasal 477 KUHP terkait pencurian dengan pemberatan.
Triparuh pelaku, Ledy Dwanty Naema Koen, Krisantus Nomleni, dan Gelbeth Juliana Yunus, dikenal sebagai terpencari batik berkualitas tinggi, berani berbuatnya di malam hari sebelum acara dimulai. Mereka membawa bagai batik dan bahan lainnya dari salah satu stall di JCC. Polisi mengungkapkan, barang curian masih dalam posisi pelaku dan belum terjual hingga penangkapan.
Proses penangkapan dimulai setelah korban melaporkan aksi pencurian. Polisi mendatangi rumah Ledy di Bekasi dan menemukan baju batik hasil curian. Ledy kemudian membantu menempatkan dua pelaku lain, Krisantus dan Gelbeth, yang dibawa ke Polsek Tanah Abang. Total barang bukti mencakup dua kontainer isi baju, lima kantong plastik, serta alat komunikasi dan mobil yang digunakan pelaku.
Kasus ini bukan pertama kali pelaku melakukan pencurian. Sebelumnya, mereka juga mencuri di JCC dengan kerugian sebesar Rp 100 juta. Motif utama penuntutan adalah kebutuhan ekonomi, karena tiga orang bersaudara berasal dari satu daerah. Polisi menilai aksi mereka direncanakan dengan cermat, memanfaatkan kesempatan saat acara pameran.
Pencurian batik tulis ini menjadi peringatan bagi masyarakat dan penyelenggara acara. Kebutuhan untuk memperkuat keamanan di lokasi umum seperti JCC semakin krusial untuk melindungi warisan budaya. Kejadian ini juga memicu diskusi tentang penanganan pencurian yang lebih cepat dan efisien, terutama di tempat yang sering menjadi target penyerobkan.
Pemuda yang tertarik melindungi budaya atau memahami risiko pencurian harus tetap waspada. Informasi tentang keamanan di acara berlangsung harus lebih transparan. Bagi pelaku, keputusan ekonomi yang tidak berkelanjutan bisa memicu tindakan ilegal. Jadi, kesadaran masyarakat dan kolaborasi dengan pihak berwenang menjadi kunci untuk mencegah kecemasan seperti ini.
Baca juga Berita lainnya di News Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.