Testing of Universal Health Coverage in Tasikmalaya City, RSUD Dewi Sartika Unable to Serve BPJS Patients

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Kota Tasikmalaya menaruh penghargaan UHC tingkat pratama sebagai tanda komitmen pemerintah lokal dalam menjamin akses layanan kesehatan bagi masyarakat. Namun, situasi yang muncul mengabaikan penampilan penuh ketegangan adalah RSUD Dewi Sartika, rumah sakit pemerintah yang diresmikan dua tahun sebelumnya, masih belum beroperasi untuk membiaya pasien BPJS Kesehatan.

Meski pemerintah menyatakan keseriusan, keterbatasan fasilitas dan prasarana di rumah sakit tersebut masih menjadi penghalang utama. Viman Alfarizi Ramadhan, Wakil Kota, mengakui masalah ini masih dalam proses penyelesaian. “Kita sedang berusaha memastikan pelayanan BPJS tersedia di Dewi Sartika,” kata Viman, sambil menekankan bahwa rumah sakit perlu memenuhi persyaratan teknis dan administratif BPJS.

Data menunjukkan bahwa 80% peserta JKN di Tasikmalaya aktif, dengan cakupan layanan mencapai 97%. Pemerintah juga mempersiapkan pembiayaan kreatif untuk mempertahankan status UHC. Namun, tantangan praktis seperti kelembapan sarana medis masih perlu ditangani.

Kedua-duanya, pengakuan Viman bahwa rumah sakit belum siap memproses pasien BPJS menunjukkan bahwa komitmen harus berdampak nyata. Meski penghargaan telah diterima, realisasi layanan kesehatan yangEqal harus menjadi prioritas. Masyarakat merencanakan tidak hanya dengan komite, tetapi dengan langkah konkret untuk mendatangkan fasilitas dan layanan yang benar-benar merendahkan kekurangan.

Akses kesehatan yang berwujud hanya melalui kata-kata tidak cukup. Keesokan harinya, kolaborasi yang efektif antara pemerintah, rumah sakit, dan BPJS menjadi kunci untuk menjaga keserupsian jaminan kesehatan nasional.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan