Pembaruan Korban Longsor Cisarua: 74 Tumpah Mati Ditemukan, 6 Korban Masih Milik Polisi

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

74 korban yang teridentifikasi dalam longsor telah ditemukan di beberapa lokasi di Bandung Barat, khususnya di Kampung Pasir Kuning, Pasir Kuda, dan Kampung Babakan. Terakhir, tim SAR Bandung mencatat jumlah korban yang terretteviatif mencapai 74 orang. Diantara itu, enam korban masih dalam proses pencarian intensif oleh tim penyelamat.

Operasi pencarian ini terus berlangsung sejak kemingguan lalu. Hingga saat ini, petugas dapat mengungkapkan bahwa 74 tubuh telah berhasil dievakuasi. Pada hari Senin (2/2/2026), tim SAR mencatat penemuan tambahan empat posko jenazah. “Setiap harinya, kami terus mempelajari untuk menemukan sisa korban,” kata Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian.

Ada penegasan bahwa total korban yang terbukti longsor awalnya mencapai 80 orang. Hal ini berarti sisa korban yang masih dalam pencarian memerlukan upaya lebih maksimal. Ade Dian menegaskan bahwa tubuh yang telah dievakuasi akan langsung ditetapkan ke tim DVI Polda Jawa Barat untuk identifikasi sebelum dikirimkan kepada keluarga.

Proses identifikasi tubuh dilakukan berdasarkan data posko DVI yang disimpan. Sebelumnya, 57 jiwa telah berhasil ditetapkan identitasnya. Sisa tubuh yang belum diidentifikasi akan menjadi fokus tim selanjutnya. “Identifikasi ini penting agar keluarga dapat memahami keadaan korban mereka,” menjelaskan Ade Dian.

Pemicu longsor terjadi di Kecamatan Cisarua. Sekarang, evakuasi tubuh dilakukan secara berkelanjutan. Kejadian ini menjadi penegasan bahwa respons SAR harus cepat dan terorganisasi. Terkadang, tragedi seperti ini menjadi peringatan bagi masyarakat untuk tetap waspada terhadap risiko alam.

Studi kasus longsor Bandung Barat bisa menjadi contoh bagaimana tim SAR beroperasi di area darurat. Meski prosesnya membutuhkan waktu, koordinasi antara berbagai pihak menjadi kunci. Diarea lain, pendekatan yang lebih proaktif bisa mencegah kehilangan hidup.

Tragedinya menjadi upaya untuk semua pihak untuk mempercepat respons darurat. Setiap detik dalam pencarian korban adalah nilai yang sulit dikembalikan. Meskipun sisa korban masih dalam pencarian, harapan tetap ada. Komunitas dan pemerintah harus terus saling dukungan untuk mencegah tragedi serupa nantinya.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan