Israel meminta MSF mengakhiri operasi di Gaza karena masalah terkait nama staf Palestina

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Jakarta — Israel menyatakan akan menghentikan aktivitas organisasi bantuan medis internasional, Médecins Sans Frontières (MSF), di Gaza karena kesengajaan tidak memberikan daftar karyawan Palestina. Kementerian Urusan Diaspora dan Pemberantasan Antisemitisme mengungkapkan peraturan ini berlaku untuk seluruh organisasi kerja di wilayah tersebut.

Sebelumnya, di Desember 2025, Israel telah mengumumkan larangan terhadap 37 organisasi penyebutan, termasuk MSF, untuk beroperasi di Gaza mulai 1 Maret 2026. Penyangkalan ini dikaitkan dengan ketidakpastian informasi staf Palestina yang diberikan.

Kementerian mengungkapkan dua karyawan MSF memiliki keterikatan dengan kelompok militant Palestine seperti Hamas dan Islamic Jihad. Isu ini dibantah oleh MSF melalui pernyataan resmi mereka.

Meskipun mengajukan komitmen untuk memberikan daftar staf pada awal Januari 2026, MSF tetap tidak melanjutkan proses. Kementerian Israel mengkritik bahwa organisasi ini menggonjakan protokol yang diatur.

MSF menyatakan berencana berhenti beroperasi di Gaza pada 28 Februari 2026. Meski demikian, pihaknya mengungkapkan tidak akan membagikan daftar staf Palestina saat ini. Mereka meminta jaminan keselamatan karyawan sebelum memasuki langkah tersebut.

Kebijakan ini menyoroti krisis humaniterian yang mendesak di Gaza, memaksa pengurangan bantuan medis yang vital bagi rakyat yang terpinggirkan. Semua pihak diperlukan untuk memprioritaskan kesejahteraan masyarakat di wilayah ini.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan