Bos Danantara Pastikan Bursa Tetap Independen Setelah Demutualisasi

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Jakarta – Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara diharapkan menjadi investor utama saham Bursa Efek Indonesia (BEI) setelah proses demutualisasi selesai. Langkah ini dirancang untuk meningkatkan kompetitivitas BEI sesuai praktik pasar global.

Pandu Patria Sjahrir, CIO Danantara, menjelaskan demutualisasi akan memindahkan kepemilikan BEI dari perusahaan sekuritas menjadi perusahaan terbuka (Tbk) yang bisa dipesan oleh publik dan investor instansi. “Praktik ini bukan baru. Hong Kong, Singapura, Malaysia, dan India sudah menerapkannya. TBK itu lebih fleksibel dan kompetitif,” ujarnya.

Demutualisasi ini juga melibatkan Danantara sebagai pendamping. “Induk BUMN seperti Danantara akan menjadi saham utama TBK, seperti contoh Temasek di Singapura. Ini umum dan tidak unik,” kata Sjahrir.

BEI tetap beroperasi secara mandiri. Proses ini didukung OJK sebagai pengawas, yang akan mengatur regulasi untuk mencegah konflik kepentingan. “OJK akan memastikan fokus dan kejujuran, seperti di Hong Kong atau Singapore,” menegaskannya.

Demutualisasi BEI tidak hanya teknis, tetapi juga strategis. Dengan struktur terbuka, BEI bisa menarik investor lebih luas, meningkatkan likuiditas, dan menjadi referensi untuk bursa lain di Indonesia.

Mengapa demutualisasi BEI oleh Danantara? Karena ini bukan hanya tentang keuangan, tetapi tentang memastikan BEI tetap kompetitif di pasar global. Dengan kehadiran investor public dan institusi, BEI bisa berkembang lebih luas, menarik lebih banyak investor, dan menjadi model untuk bursa lain di Indonesia.

Baca Berita dan Informasi Finance lainnya di Finance Page

Tinggalkan Balasan