Tebing 20 Meter Longsor di Jalan Raya Jasinga-Bogor Partially Closed

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Bogor – Hujan berintensitas tinggi memicu longsor di Sungai Cidurian, yang mencapai ketinggian 20 meter di Jalan Raya Jasinga-Bogor. Fenomena ini menyebabkan jalan terpalu parah dan kendaraan melintas secara berderutan.

Menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, Muhammad Adam Hamdani, longsor terjadi sekitar jam 08.30 WIB. Longsor tersebut mengakibatkan jalur utama tertutup sebagian, dengan pelaksanaan alternatif satu jalur terbuka tegak dengan satu tertutup.

Adam menjelaskan, longsor diarea Jasinga dipicu oleh hujan yang berjangka dengan durasi lama. Penghasilan sedimentan dari sungai Cidurian semakin tinggi, sehingga tanah di sekitar jalan menjadi kaku. “Tinggi longsor mencapai 20 meter, panjang 6 meter, dan lebar 3 meter,” ujarnya. Hal ini menuntut penanganan pesat untuk mencegah longsor susulan.

Pohon yang terancam longsor masih berada dalam kondisi muncung ke arah sungai. Kadar labilnya tanah membuat tim BPBD khawatir terjadi longsor berulang. “Pohon yang terlambat oleh longsor saat ini tertahan kabel listrik, sehingga pengacuan lebih kompleks,” tambahkan Adam.

Pemadam bencana juga menempatkan garis pembatas dan menundakan evakuasi pohon yang terancam. Kabel listrik yang terlambat longsor masih dalam risiko rusak, sehingga penanganan harus dilakukan dengan hati-hati.

Situs longsor ini menjadi peringatan akan kekuatan bencana alam yang tidak terduga. Kebutuhan peningkatan sistem pemantauan dan penanganan longsor di daerah berpotensi risiko semakin memanggar.

Hujan deras seperti ini meminta untuk meningkatkan siapness masyarakat terhadap ancaman alam. Langkah-langkah proaktif dalam pemantauan geologi dan perencanaan infrastruktur menjadi kunci untuk mencegah kecelakaan serius seperti ini.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan