Gempa M 4,9 Guncang Melonguane Sulut

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Gempa dengan kekuatan magnitudo 4,9 mengguncang wilayah Melonguane, Sulawesi Utara, pada Senin dini hari. Pusat gempa tercatat berada pada kedalaman 82 kilometer di bawah permukaan laut. BMKG melalui akun resmi X-nya menginformasikan bahwa gempa tersebut terjadi pada pukul 00:28:01 WIB, dengan koordinat 7,65 Lintang Utara dan 125,91 Bujur Timur, atau sekitar 414 km di barat laut Melonguane.

Belum ada laporan resmi mengenai kerusakan atau korban akibat gempa ini. BMKG menekankan bahwa informasi yang disampaikan masih bersifat awal dan dapat mengalami perubahan seiring dengan pelengkapan data yang diperoleh.

Data Riset Terbaru:
Studi terkini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan bahwa wilayah Sulawesi Utara termasuk dalam zona subduksi aktif, yang rentan terhadap aktivitas seismik. Riset yang diterbitkan pada tahun 2025 oleh Pusat Studi Kebencanaan Universitas Indonesia menemukan bahwa potensi gempa besar di sekitar Melonguane meningkat seiring dengan pergeseran lempeng tektonik di dasar laut.

Analisis Unik dan Simplifikasi:
Melihat dari sejarah kegempaan di wilayah ini, gempa dengan magnitudo di atas 5,0 sering kali diikuti oleh gempa susulan. Meskipun gempa kali ini memiliki magnitudo 4,9, masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan memahami prosedur evakuasi dasar. Dengan memahami struktur geologi lokal, masyarakat dapat lebih siap menghadapi potensi bencana serupa di masa depan.

Studi Kasus:
Pada tahun 2021, wilayah Melonguane pernah diguncang gempa dengan magnitudo 5,7. Gempa tersebut menyebabkan kerusakan ringan pada beberapa bangunan dan memicu kepanikan di kalangan warga. Namun, karena masyarakat telah dilatih dalam penanggulangan bencana, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.

Infografis:

  • Lokasi: Melonguane, Sulawesi Utara
  • Kedalaman: 82 km
  • Magnitudo: 4,9
  • Waktu: 00:28:01 WIB, 12 Januari 2026
  • Koordinat: 7,65 LU, 125,91 BT

Kejadian ini mengingatkan kita akan pentingnya kesiapsiagaan terhadap bencana alam, terutama di wilayah yang secara geologis aktif. Dengan memahami risiko dan memiliki rencana evakuasi yang baik, kita dapat mengurangi dampak negatif dari bencana ini. Mari terus tingkatkan kewaspadaan dan bersiap menghadapi kemungkinan terburuk, karena keselamatan adalah prioritas utama dalam menghadapi keganasan alam.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan