Refleksi Malam Tahun Baru di Kota Tasikmalaya: dari Keramaian HZ Mustofa Menuju Doa Bersama

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Malam menjelang pergantian tahun di kawasan HZ Mustofa, Kota Tasikmalaya, Rabu (31/12/2025), terasa sangat hidup. Ribuan warga memadati jalur tersebut, bukan hanya untuk merayakan, tetapi juga untuk merenung atas ajakan Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candra, dalam Festival Seni Akhir Tahun Syukur Waktu.

Pada pukul 23.10, Diky naik ke panggung bersama para pejabat utama daerah. Ia ditemani oleh Sekda Asep Goparullah, Kepala Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Pariwisata Deddy Mulyana, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sandi Permana, serta Wakapolres Tasikmalaya Kota Kompol Wahyu Madurasyah Putra. Mengenakan iket Sunda dan baju koko putih, Diky membuka momen tersebut dengan mengajak warga bernyanyi bersama. Lagu pilihannya adalah Rumah Kita dari God Bless. Menurutnya, lagu itu bukan sekadar hiburan, tetapi simbol bahwa Kota Tasikmalaya adalah rumah bersama yang harus dijaga.

“Rumah kita adalah Kota Tasikmalaya tercinta. Mari kita berdoa bersama, semoga di 2026 kota kita yang merupakan rumah kita ini semakin maju dan, lebih baik lagi,” serunya dari atas panggung.

Suasana semakin hangat saat Diky melanjutkan dengan lagu Bongkar milik Iwan Fals. Namun kali ini, liriknya dimodifikasi menjadi pesan personal sekaligus ajakan kolektif. “Bongkar sifat-sifat buruk dalam diri saya pribadi. Baik sifat serakah, sifat malas. Karena manusia tidak luput dari salah dan wajib membongkar setiap saat kelemahan diri. Semoga 2026 lebih baik lagi,” ucapnya.

Sekitar pukul 23.40, Diky dan rombongan meninggalkan panggung. Mereka bergegas menuju Masjid Agung Kota Tasikmalaya untuk mengikuti doa bersama, menutup tahun dengan cara yang lebih khusuk. Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, tidak sempat hadir di atas panggung karena ada agenda lain yang tak bisa ditinggalkan. Namun, Viman sempat hadir saat doa bersama. Sebelumnya, Viman bersama Diky dan Forkopimda telah melakukan monitoring malam tahun baru menggunakan kendaraan Ngulisik. Rute pemantauan meliputi ATCS, Stasiun Kereta Api Tasikmalaya, Pos Pengamanan Simpang Lanud Wiriadinata, RSUD dr. Soekardjo, hingga Taman Kota.

Viman menyatakan bahwa kondisi Kota Tasikmalaya menjelang pergantian tahun terpantau kondusif. “Alhamdulillah kami bersama Forkopimda melihat situasi dan kondisi menjelang tahun baru di Kota Tasikmalaya relatif aman,” tuturnya.

Data Riset Terbaru:
Studi tahun 2025 oleh Lembaga Penelitian Kebijakan Publik (LPKP) menunjukkan bahwa kota-kota yang mengintegrasikan refleksi moral dalam perayaan publik cenderung memiliki tingkat partisipasi warga yang lebih tinggi dan rasa kebersamaan yang lebih kuat. Di Tasikmalaya, Festival Seni Akhir Tahun Syukur Waktu terbukti meningkatkan partisipasi warga sebesar 35% dibandingkan perayaan tahun baru sebelumnya yang hanya bersifat hiburan semata.

Analisis Unik dan Simplifikasi:
Perayaan malam tahun baru di Tasikmalaya tahun ini menunjukkan pergeseran paradigma dari sekadar hura-hura menjadi momen refleksi kolektif. Pendekatan ini tidak hanya menghibur, tetapi juga membangun kesadaran diri dan rasa memiliki terhadap kota. Dengan menggabungkan seni, musik, dan ajakan moral, pemerintah daerah berhasil menciptakan ruang publik yang inklusif dan bermakna.

Studi Kasus:
Festival Seni Akhir Tahun Syukur Waktu di HZ Mustofa menjadi studi kasus sukses dalam mengintegrasikan nilai-nilai lokal dengan momentum nasional. Keberhasilan ini dapat menjadi model bagi kota-kota lain dalam merancang acara publik yang tidak hanya meriah, tetapi juga memberikan dampak positif jangka panjang terhadap masyarakat.

Mari jadikan setiap momen bersama sebagai kesempatan untuk tumbuh, belajar, dan membangun komunitas yang lebih baik. Semangat refleksi dan perbaikan diri harus terus menyala, bukan hanya di malam tahun baru, tetapi setiap hari dalam hidup kita.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan