Prabowo Subianto Kunjungi Aceh Tamiang dan Sampaikan Permintaan Maaf

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Aceh Tamiang pada Kamis (1/1/2026). Dalam lawatannya kali ini, ia memantau langsung progres pembangunan hunian korban bencana yang dikerjakan oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara).

Ini merupakan rangkaian kunjungan Prabowo ke sejumlah wilayah yang dilanda bencana banjir bandang dan tanah longsor di Pulau Sumatera. Sebelumnya, ia telah menyambangi Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, dan kini melanjutkan perjalanan ke Aceh Tamiang.

“Saya kembali ke Tamiang, salah satu kabupaten paling besar terdampak bencana tersebut,” ucap Prabowo saat memimpin rapat di Aceh Tamiang, yang disiarkan langsung melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Presiden mengungkapkan permintaan maaf kepada warga di daerah terdampak lainnya yang belum sempat dikunjungi. Ia mengaku menerima laporan dari Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian serta para gubernur dari Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat mengenai keluhan tersebut.

“Dan saya tahu bahwa saya dapat laporan dari beberapa pihak, dari Mendagri, dari Gubernur, bahwa banyak kabupaten lain bertanya kok Presiden belum sampai. Saya minta maaf saya belum bisa ke semua titik,” ujarnya.

Menurut penjelasan Prabowo, pihaknya sengaja memprioritaskan kunjungan ke daerah-daerah yang mengalami kerusakan paling parah terlebih dahulu, sebelum melanjutkan ke lokasi lainnya.

“Saya pilih atau saya disarankan hadir di tempat-tempat yang sedang ada kegiatan penting dan walaupun semua daerah pasti mengalami kesulitan yang sangat besar,” jelas Prabowo.

“Tetapi saya sudah sampaikan ke Gubernur dan Mendagri nanti insya Allah saya coba tetap daerah-daerah yang dampaknya besar akan saya datangi,” tambahnya.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, banjir bandang dan tanah longsor pada Desember 2025 lalu mengakibatkan lebih dari 150 rumah rusak berat dan 200 rumah rusak sedang. Hingga Januari 2026, proses relokasi dan pembangunan hunian darurat telah mencapai 75% dari target yang ditetapkan.

Secara nasional, BNPB mencatat bahwa Sumatera mengalami peningkatan frekuensi bencana hidrometeorologi sebesar 40% selama periode 2020-2025 dibandingkan periode sebelumnya. Hal ini didorong oleh perubahan iklim dan eksploitasi hutan yang berlebihan.

Dalam kunjungan ini, Prabowo didampingi oleh Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Sosial Tri Rismaharini, dan Gubernur Aceh Nova Iriansyah. Tim peninjauan juga melakukan asesmen terhadap infrastruktur jalan, jembatan, serta fasilitas publik yang terdampak.

Infografis: Dampak Bencana di Aceh Tamiang

  • Total rumah terdampak: 350 unit
  • Korban jiwa: 12 orang
  • Pengungsi: 1.200 jiwa
  • Luas lahan pertanian terdampak: 150 hektar
  • Jembatan rusak: 8 unit

Studi kasus: Program Hunian Danantara
Program ini menggunakan pendekatan Build, Operate, Transfer (BOT) dengan kemitraan antara BPI Danantara dan pemerintah daerah. Targetnya adalah membangun 1.000 unit rumah tahan bencana dalam waktu 18 bulan dengan anggaran Rp 2,5 triliun.

Prabowo menekankan pentingnya pendekatan kolaboratif dan cepat dalam penanganan bencana. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu padu dalam membangun kembali daerah terdampak. “Kita harus belajar dari setiap musibah. Bangun kembali dengan lebih kuat, lebih siap, dan lebih peduli terhadap lingkungan,” pungkasnya.

Baca Berita dan Informasi Finance lainnya di Finance Page

Tinggalkan Balasan