Harga emas Antam di awal tahun 2026 kembali mengalami penurunan, semakin menjauhi level tertinggi sepanjang sejarah atau all-time high (ATH). Emas Antam 24 karat turun Rp 13.000 per gram menjadi Rp 2.488.000 per gram. Sebelumnya, harga tertinggi sepanjang masa tercatat di angka Rp 2.605.000 per gram, yang terjadi pada Sabtu, 27 Desember 2025.
Berdasarkan data dari situs Logam Mulia Antam pada Kamis, 1 Januari 2026, harga emas Antam untuk satuan terkecil, yaitu ukuran 0,5 gram, dibanderol seharga Rp 1.294.000. Sementara itu, emas ukuran 10 gram dijual dengan harga Rp 24.375.000, dan ukuran terbesar, 1.000 gram (1 kg), mencapai Rp 2.428.600.000.
Dalam rentang satu minggu terakhir, harga emas Antam bergerak pada kisaran Rp 2.488.000 hingga Rp 2.605.000 per gram. Sedangkan dalam sebulan terakhir, harga emas Antam berada pada rentang Rp 2.383.000 hingga Rp 2.605.000 per gram.
Di sisi lain, harga buyback emas juga turun sebesar Rp 13.000 per gram menjadi Rp 2.347.000 per gram. Buyback adalah harga yang ditawarkan oleh Antam jika Anda ingin menjual kembali emas Anda ke pihak tersebut.
Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 81 Tahun 2024, setiap transaksi buyback dengan nilai di atas Rp 10.000.000 akan dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5%. Pajak tersebut akan langsung dipotong dari total nilai transaksi pada saat pelaksanaan buyback.
Berikut adalah rincian harga emas Antam hari ini, mulai dari 0,5 gram hingga 1.000 gram, pada Kamis, 1 Januari 2026:
- Harga emas 0,5 gram: Rp 1.294.000
- Harga emas 1 gram: Rp 2.488.000
- Harga emas 2 gram: Rp 4.916.000
- Harga emas 3 gram: Rp 7.349.000
- Harga emas 5 gram: Rp 12.215.000
- Harga emas 10 gram: Rp 24.375.000
- Harga emas 25 gram: Rp 60.812.000
- Harga emas 50 gram: Rp 121.545.000
- Harga emas 100 gram: Rp 243.012.000
- Harga emas 250 gram: Rp 607.265.000
- Harga emas 500 gram: Rp 1.214.320.000
- Harga emas 1.000 gram: Rp 2.428.600.000
Demikian informasi mengenai harga emas Antam hari ini, mulai dari 1 gram hingga 1.000 gram, pada Kamis, 1 Januari 2026.
Berdasarkan data pasar keuangan global, harga emas dunia mengalami koreksi pada awal tahun 2026, sejalan dengan penguatan dolar Amerika Serikat yang terus berlanjut. Kondisi ini memengaruhi harga emas domestik, termasuk produk Antam. Di sisi lain, permintaan emas fisik di dalam negeri masih stabil, terutama dari kalangan investor dan masyarakat yang menggunakan emas sebagai instrumen penyimpan nilai jangka panjang. Namun, pergerakan harga emas di pasar internasional tetap menjadi faktor utama yang memengaruhi fluktuasi harga emas di Indonesia.
Dari sisi ekonomi makro, kondisi inflasi yang masih terkendali dan suku bunga acuan Bank Indonesia yang relatif stabil turut membentuk dinamika pasar emas dalam negeri. Sementara itu, tren digitalisasi investasi emas semakin meningkat, dengan banyak platform fintech yang menawarkan layanan pembelian dan penjualan emas secara online, sehingga memudahkan masyarakat untuk berinvestasi dalam bentuk emas fisik maupun digital.
Studi kasus menunjukkan bahwa pada periode Desember 2025, terjadi lonjakan pembelian emas fisik di berbagai gerai Antam, terutama di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Bandung. Fenomena ini didorong oleh sentimen tahun baru dan kebutuhan masyarakat akan instrumen investasi yang aman di tengah ketidakpastian ekonomi global. Namun, pada awal Januari 2026, aktivitas pembelian cenderung melambat, sesuai dengan pola musiman yang biasanya terjadi setelah periode libur panjang.
Penting bagi calon investor untuk memahami bahwa harga emas bersifat fluktuatif dan dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kondisi ekonomi global, nilai tukar mata uang, dan permintaan pasar. Oleh karena itu, sebelum memutuskan untuk membeli atau menjual emas, sebaiknya pertimbangkan tujuan investasi, jangka waktu, serta kondisi keuangan pribadi. Emas tetap menjadi instrumen investasi yang andal dalam jangka panjang, namun tetap perlu dikelola dengan bijak sesuai dengan profil risiko masing-masing individu.
Baca Berita dan Informasi Finance lainnya di Finance Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.