Polisi Periksa 6 Saksi Kasus Pengeroyokan ‘Matel’ yang Picu Bentrokan di Kalibata

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Sebuah peristiwa tragis yang melibatkan dua orang kolektor kredit atau yang dikenal sebagai mata elang (matel) terjadi di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, menewaskan kedua korban akibat pengeroyokan yang kemudian memicu kericuhan. Kapolsek Pancoran, Kompol Mansur, menyatakan bahwa penyelidikan masih berlangsung intensif. Sampai saat ini, pihak kepolisian telah mengambil keterangan dari enam saksi yang merupakan warga sekitar yang langsung menyaksikan kejadian di tempat kejadian perkara (TKP).

Meskipun demikian, keterangan dari pihak kolektor kredit masih belum dapat dilakukan. Mansur menjelaskan bahwa pemeriksaan terhadap mereka akan ditunda hingga situasi benar-benar kembali stabil. Hal ini dilakukan mengingat suasana berkabung yang masih menyelimuti pihak keluarga korban serta rekan-rekan mereka. “Kami menunggu hingga jenazah dimakamkan dan suasana sudah cukup kondusif sebelum melanjutkan pemeriksaan,” ujarnya.

Hingga kini, aparat kepolisian belum melakukan penangkapan terhadap siapa pun yang diduga terlibat dalam peristiwa pengeroyokan tersebut. Penyelidikan masih terus berjalan, termasuk mengumpulkan bukti-bukti dan keterangan tambahan untuk memperjelas kronologi kejadian. Mansur menekankan bahwa tim penyidik masih bekerja keras untuk mengungkap pelaku dan motif di balik peristiwa ini.

Dalam peristiwa tersebut, kericuhan sempat terjadi setelah sekelompok orang yang diduga rekan korban datang ke lokasi pengeroyokan. Mereka menyerang sejumlah fasilitas milik warga, termasuk warung dan sepeda motor, tanpa pandang bulu. Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Nicolas Ary Lilipaly, menjelaskan bahwa serangan tersebut diduga sebagai bentuk balas dendam terhadap pengeroyokan yang menimpa rekan mereka. “Mereka datang setelah maghrib dan langsung merusak warung serta kendaraan yang ada di sekitar lokasi,” ucap Nicolas.

Insiden ini menjadi sorotan luas karena melibatkan kekerasan fisik dan kericuhan yang meresahkan warga sekitar. Aparat kepolisian terus berupaya meredam ketegangan sekaligus menjaga keamanan di wilayah tersebut. Masyarakat diminta untuk tetap tenang dan tidak bertindak main hakim sendiri.

Sebuah peristiwa pengeroyokan yang menewaskan dua kolektor kredit di Kalibata memicu kericuhan dan menjadi sorotan publik. Polisi telah memeriksa enam saksi dari warga sekitar, namun keterangan dari rekan korban masih ditunda hingga situasi kondusif. Belum ada penangkapan terhadap pelaku, sementara penyelidikan terus berlangsung. Kelompok yang diduga rekan korban sempat menyerang warung dan kendaraan warga sebagai bentuk balas dendam. Aparat terus berupaya meredam ketegangan dan menjaga keamanan di lokasi kejadian, mengimbau masyarakat untuk tetap tenang serta tidak bertindak main hakim sendiri demi menjaga ketertiban umum. Kejadian ini mengingatkan pentingnya penegakan hukum yang adil dan tertib sosial yang harus dijunjung tinggi.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan