Bocah 9 Tahun yang Hanyut di Sungai Ciujung Serang Ditemukan Meninggal Dunia

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Seorang bocah berusia sembilan tahun bernama Kevin (9) yang sebelumnya dilaporkan hanyut di Sungai Ciujung, Desa Ciagel, Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang, ditemukan meninggal dunia oleh tim SAR gabungan. Lokasi penemuannya berada sekitar dua kilometer dari titik awal korban dilaporkan hilang. Korban ditemukan di belakang pabrik es PT Gunung Salju pada Jumat (12/12/2025) pukul 07.50 WIB, setelah sebelumnya dilaporkan hanyut pada hari Kamis (11/12) siang.

Kapolsek Cikande, AKP Tatang, mengonfirmasi bahwa jenazah korban telah ditemukan dan langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk segera dimakamkan. Pihak keluarga memilih untuk tidak melakukan autopsi atas jenazah Kevin. Mereka menganggap kejadian ini sebagai musibah dan menerima keputusan untuk tidak dilakukannya pemeriksaan visum et repertum.

Sebelum ditemukan, proses pencarian sempat dilakukan secara masif. Petugas BPBD Kabupaten Serang, Jajuli, menyatakan bahwa pihaknya menerima laporan kejadian tersebut sekitar pukul 13.17 WIB. Namun, insiden sebenarnya terjadi sekitar pukul 12.00 WIB saat Kevin sedang berenang bersama teman-temannya di bantaran Sungai Ciujung. Diduga Kevin ingin berenang lebih jauh ke tengah sungai, namun sayangnya ia tidak dapat mengendalikan diri dan akhirnya tenggelam terbawa arus.

Saat kejadian, teman-teman Kevin segera berusaha mencari pertolongan. Beruntung tidak ada korban jiwa tambahan dalam peristiwa ini. Seluruh elemen masyarakat dan instansi terkait berpartisipasi dalam upaya pencarian dan evakuasi korban. Proses evakuasi dilakukan dengan hati-hati mengingat kondisi lokasi yang berada di area sungai dengan arus yang cukup deras.

Insiden ini menjadi pengingat pentingnya kesadaran masyarakat terhadap bahaya air, terutama bagi anak-anak. Banyak kejadian serupa terjadi karena kurangnya pengawasan dan pemahaman tentang potensi bahaya di lingkungan sekitar sungai. Diperlukan edukasi lebih lanjut kepada masyarakat, khususnya di daerah yang dekat dengan sungai atau badan air lainnya, agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

Kesadaran kolektif tentang keselamatan di air harus terus ditingkatkan. Upaya pencegahan seperti pemasangan rambu peringatan, sosialisasi rutin tentang bahaya air, hingga pelatihan dasar keselamatan air perlu dilakukan secara berkala. Dengan begitu, masyarakat bisa lebih waspada dan tahu bagaimana cara menghindari bahaya sekaligus memberikan pertolongan pertama saat dibutuhkan. Mari jaga keselamatan diri dan orang lain di sekitar kita.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan