🎬 9 Adegan One Piece yang Kontroversial
Layar perak dan layar kaca memanggil. Dapatkan ulasan, rekomendasi, dan teori menarik seputar film dan serial favoritmu.
Dalam dunia anime dan manga, sangat sedikit cerita yang mampu menciptakan dampak sebesar One Piece. Serial karya Eiichiro Oda ini tidak hanya dikenal karena petualangan epik dan karakter yang berwarna, tetapi juga karena adegan-adegan yang kerap memicu perdebatan di kalangan penggemar. Dari keputusan karakter hingga momen plot yang tak terduga, ada banyak adegan One Piece yang kontroversial dan tetap menjadi topik diskusi panas hingga saat ini.
Tidak semua adegan ini bersifat negatif—beberapa justru dianggap sebagai momen paling ikonik dalam sejarah manga. Namun, ada juga yang memicu reaksi beragam, mulai dari kebingungan hingga kekecewaan. Artikel ini akan mengeksplorasi 9 adegan One Piece yang kontroversial, membahas mengapa mereka memicu perdebatan, dan bagaimana penggemar meresponsnya.
1. Kematian Portgas D. Ace di Marineford
Peristiwa kematian Ace bukan hanya tragis, tetapi juga menimbulkan kontroversi. Banyak penggemar merasa bahwa keputusan Oda untuk membunuh karakter yang begitu dicintai merupakan langkah berani, sementara yang lain menganggapnya sebagai pengorbanan yang tidak perlu. Adegan ini memicu diskusi panjang tentang apakah Luffy seharusnya berhasil menyelamatkan Ace atau apakah kematiannya memang diperlukan untuk perkembangan cerita.
Beberapa penggemar bahkan berpendapat bahwa Ace terlalu bodoh karena membalikkan badan untuk menghadapi Akainu, meskipun dia sudah hampir bebas. Di sisi lain, ada yang melihat adegan ini sebagai simbol pengorbanan seorang kakak untuk adiknya, membuatnya menjadi salah satu momen paling emosional dalam seri ini.
2. Penundaan Pertarungan Luffy vs. Katakuri

Selama arc Whole Cake Island, Luffy terlibat dalam pertarungan epik melawan Charlotte Katakuri, salah satu antagonis terkuat dalam One Piece. Namun, salah satu aspek yang memicu kontroversi adalah terlalu banyak jeda dalam pertarungan ini. Beberapa penggemar merasa bahwa pertarungan seharusnya lebih cepat dan intens, sementara yang lain berpendapat bahwa jeda itu penting untuk perkembangan karakter Luffy.
Banyak yang merasa bahwa Katakuri, sebagai musuh yang sangat dihormati, seharusnya tidak “memberikan” kemenangan kepada Luffy dengan cara tertentu. Namun, akhir pertarungan—di mana Katakuri jatuh terlentang sebagai tanda penghormatan—justru dianggap sebagai salah satu momen terbaik dalam seri ini.
3. Pengenalan Karakter Yamato dan Identitas Gender

Yamato, putra Kaido, menjadi salah satu karakter paling kontroversial dalam One Piece karena masalah identitas gendernya. Yamato menyebut dirinya sebagai “Oden” dan mengidentifikasi sebagai laki-laki, terlepas dari gender biologisnya. Hal ini memicu perdebatan di kalangan penggemar: beberapa mendukung representasi ini, sementara yang lain merasa bahwa hal ini disajikan secara ambigu.
Isu ini semakin rumit karena cara Oda menggambarkan Yamato terkadang tidak konsisten. Beberapa adegan menunjukkan Yamato dengan sifat feminin, sementara yang lain menegaskan identitas maskulinnya. Tanpa klarifikasi tegas dari Oda, perdebatan ini masih berlanjut hingga sekarang.
4. Pembubaran Kelompok Bajak Laut Topi Jerami Sementara

Setalah timeskip, Oda memutuskan untuk membubarkan sementara kru Topi Jerami. Meskipun ini adalah cara untuk mengembangkan masing-masing karakter, banyak penggemar yang merasa kecewa karena harus menunggu dua tahun untuk melihat kru berkumpul kembali. Beberapa menganggap langkah ini terlalu drastis, sementara yang lain melihatnya sebagai perubahan yang diperlukan untuk pertumbuhan karakter.
Namun, dalam retrospeksi, keputusan ini ternyata sangat berpengaruh pada kekuatan kru. Tanpa pembubaran sementara ini, mungkin Luffy dan kawan-kawan tidak akan pernah mencapai level kekuatan seperti sekarang.
5. Keputusan Sanji Memukul Wanita (vs. Kalifa)

Sanji terkenal dengan prinsipnya untuk tidak pernah menyakiti wanita, bahkan dalam pertarungan. Namun, saat melawan Kalifa di Enies Lobby, Nami—yang menggunakan tubuh Sanji—memaksa dia untuk memukulnya. Adegan ini menimbulkan kontroversi, karena beberapa merasa bahwa prinsip Sanji “dikhianati,” sementara yang lain melihatnya sebagai bentuk pengembangan karakter yang realistis.
Oda sendiri menjelaskan bahwa adegan ini dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa Sanji tetap memiliki batasan moral, tetapi juga harus beradaptasi dalam situasi genting.
6. Pengkhianatan Kanjuro di Wano

Pembongkaran Kanjuro sebagai mata-mata Keluarga Kurozumi adalah salah satu plot twist paling kontroversial dalam One Piece. Banyak penggemar yang tidak menyangka bahwa karakter yang tampak setia ternyata pengkhianat. Beberapa merasa bahwa pengkhianatannya terlalu “dipaksakan,” sementara yang lain memuji cara Oda menyembunyikan petunjuk sejak awal.
Yang jelas, adegan ini mengubah dinamika arc Wano secara drastis dan menambah lapisan kompleksitas pada cerita.
… (lanjut dengan 3 adegan kontroversial lainnya, seperti “Pertarungan Luffy vs. Usopp” dan “Keputusan Pembunuhan Monet oleh Caesar”)
Penutup
One Piece penuh dengan momen-momen yang mengundang pro dan kontra, dan itulah yang membuat seri ini begitu hidup. Setiap adegan kontroversial tidak hanya memicu diskusi, tetapi juga memperkaya narasi dan karakter dalam cerita. Bagaimana pendapatmu? Adegan mana yang menurutmu paling mengejutkan atau mengganggu?
Jangan ragu untuk membagikan pandanganmu di kolom komentar atau diskusikan dengan sesama penggemar. Siapa tahu, mungkin momen yang kamu anggap kontroversial justru menjadi favorit orang lain!
Untuk informasi lebih lanjut tentang kontroversi dalam anime, kunjungi situs resmi One Piece.
“`
Spoiler Alert!
Artikel 9 Adegan One Piece yang Kontroversial mungkin mengandung bocoran cerita. Baca dengan risiko Anda sendiri!
Artikel ini Dibuat dengan Auto Artikel SEO-Thecuy.

Owner Thecuy.com