Buruh Serbuan Biang Kerok Mengakibatkan 126 Ribu Orang PHK

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Konfederasi Serikat Pekerja Nusantara (KSPN) mengungkapkan bahwa alasan utama terjadinya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang menimpa ratusan ribu buruh terkait dengan enam faktor utama. Organisasi tersebut mencatat bahwa sejak tahun 2023 hingga Oktober 2025, 126.160 anggota mereka menjadi korban PHK.

Presiden KSPN, Ristadi, menjelaskan bahwa faktor pertama adalah penurunan order atau pesanan, yang memaksa manajemen perusahaan melakukan pengurangan tenaga kerja untuk mengoptimalkan biaya. “Kurangnya pesanan memaksa perusahaan untuk mengurangi jumlah karyawan,” ucap Ristadi ketika berbicara dengan Thecuy.com pada Selasa (11/11/2025).

Faktor kedua adalah penghentian total order, yang mengakibatkan penutupan pabrik atau kegiatan produksi. Ketiga, penurunan kualitas dan kuantitas produksi disebabkan oleh teknologi mesin yang belum diperbarui, sehingga perusahaan tidak bisa bersaing secara harga. Keempat, perusahaan mengalami kegagalan bayar utang dan dinyatakan pailit oleh pengadilan. Kelima, produk perusahaan tidak terjual karena kalah bersaing dengan produk impor di pasaran dalam negeri. Keenam, perusahaan melakukan relokasi atau pemindahan lokasi usaha ke daerah lainnya.

“Perusahaan dengan merek sendiri yang produknya tidak laku, menunjukkan bahwa mereka mengalami persaingan ketat dengan produk impor. Relokasi juga terjadi, khususnya pada perusahaan garment dan sepatu yang berorientasi ekspor, namun hanya dua perusahaan yang terlibat,” tambah Ristadi.

Meski begitu, Ristadi menyatakan banyak anggota KSPN yang beralih ke perusahaan yang masih eksis atau ikut serta dalam proyek investasi baru. Hal ini membuatnya percaya bahwa anggota KSPN secara keseluruhan masih dalam kondisi aman, meskipun ada ratusan ribu pekerja yang kehilangan pekerjaan akibat PHK.

Di era globalisasi dan krisis ekonomi yang semakin kompleks, pelestarian lapangan kerja menjadi tantangan yang perlu dihadapi bersama oleh pemerintah, perusahaan, dan pekerja. Pertumbuhan industri lokal perlu didukung dengan inovasi teknologi dan kebijakan yang mendukung agar perusahaan tetap bersaing dan menjaga stabilitas ekonomi. Jangan menghambur-hamburkan kesempatan untuk mengembangkan keterampilan dan mengikuti perkembangan pasar, karena adaptasi dan kolaborasi adalah kunci untuk menghadapi tantangan masa depan.

Baca Berita dan Informasi Finance lainnya di Finance Page

Tinggalkan Balasan