BPOM dan China Bebaskan Kerjasama dalam Pengembangan Vaksin Lokal

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

BPOM RI memperkuat kolaborasi dengan China, terutama dalam pengembangan vaksin di dalam negeri. Kepala BPOM, Taruna Ikrar, melakukan kunjungan ke Tianjin untuk bertemu dengan Tianjin Medical Products Administration (TJMPA) dan perusahaan CanSino Biologics pada 5 November 2025. Dalam kesempatan tersebut, Taruna menyatakan pentingnya kerja sama antara Indonesia dan China dalam mendorong ketersediaan vaksin yang aman dan berkualitas, serta membangun industri bioteknologi yang berkelanjutan.

Zhang Shengxi, wakil direktur TJMPA, menuturkan bahwa pertemuan ini merupakan langkah nyata dalam kerjasama antara China dan Indonesia. Keduanya berkomitmen untuk memperkuat kolaborasi regulasi, memperluas pertukaran informasi, dan mendukung sinergi antara industri bioteknologi kedua negara. Dalam pertemuan itu juga dibahas kerangka regulasi pendaftaran obat di China serta peran otoritas provinsi dalam pengawasan obat dan vaksin. CanSinoBIO menjelaskan transformasinya menjadi perusahaan biofarmasi yang terintegrasi, meliputi penelitian, produksi, dan pemasaran global.

CanSinoBIO juga membagikan informasi tentang kerjasama mereka dengan mitra di Indonesia, termasuk pengembangan vaksin inhalasi untuk tuberkulosis berbasis vektor adenovirus tipe 5 dan vaksin konjugat meningokokus tetravalen. Taruna Ikrar mengungkapkan peran BPOM sebagai otoritas nasional yang menjamin khasiat, keamanan, dan mutu produk kesehatan di Indonesia. BPOM telah memperkuat kapasitas regulasi di bidang bioteknologi, terapi gen, dan produk terapi lanjut, serta menerapkan sistem inspeksi berbasis risiko sesuai standar WHO dan PIC/S.

Salah satu pencapaian penting dari kolaborasi antara CanSino Biologics dan PT Etana Biotechnologies adalah produksi lokal vaksin Pneucia13 (PCV13) untuk mencegah penyakit akibat infeksi Streptococcus pneumoniae, seperti pneumonia, meningitis, sepsis, dan bakteremia. Vaksin ini diproduksi melalui alih teknologi dan proses pengemasan steril di Indonesia, dengan CanSino sebagai produsen bahan aktif dan Etana bertanggung jawab atas pengemasan. Taruna menegaskan bahwa ini merupakan langkah strategis dalam upaya kemandirian vaksin nasional. BPOM juga menyampaikan dukungan terhadap pengembangan vaksin tuberkulosis inhalasi AdTB105K yang menggunakan platform vektor Ad5 untuk mencegah infeksi baru maupun reaktivasi TB laten.

Taruna Ikrar mengucapkan terima kasih kepada CanSino Biologics atas komitmen mereka dalam mendukung kemajuan teknologi vaksin di Indonesia. Ia berharap kemitraan ini terus berkembang dan menghasilkan vaksin yang aman, efektif, dan berkualitas bagi masyarakat kedua negara.

Kerja sama ini bukan hanya mengukuhkan ketahanan kesehatan Indonesia tetapi juga mendorong inovasi vaksin yang dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Dengan dukungan teknologi dan regulasi yang kuat, Indonesia dapat meningkatkan kemampuan produksi vaksin lokal, mengurangi ketergantungan impor, dan menjamin ketersediaan vaksin yang layak untuk semua warga.

Baca Berita dan Info Kesehatan lainnya di Seputar Kesehatan Page

Tinggalkan Balasan