Tren ’10 Ribu di Tangan Istri yang Tepat’ dan Kesehatan Ibu Hamil yang Hanya Makan Tempe

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Seorang ibu hamil telah menjadi sorotan setelah berbagi video yang membahas pola makan dengan anggaran Rp 10 ribu per hari, berisi kangkung dan tempe. Dalam video tersebut, ia juga mengungkapkan bahwa hal tersebut membuatnya bisa menabung. Ibu tersebut juga menanggapi komentar netizen yang mengklaim makanan yang disajikannya kurang berprotein. Ia menjelaskan bahwa tempe tetap menjadi sumber protein nabati yang baik bagi kesehatan.

Ibu tersebut juga menyatakan bahwa kebutuhan nutrisi dirinya dan janin terpenuhi karena rutin mendapatkan tambahan makanan bergizi dari program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk ibu hamil. “Untuk nutrisi dedek utun, pastikan sudah kebantu karena setiap hari aku juga dapat PMT, jadi kita tak perlu khawatir ya,” kata ibunya.

Video tersebut membangkitkan banyak pembahasan di media sosial. Banyak yang khawatir tentang kebutuhan nutrisi ibu hamil yang mungkin tidak terpenuhi, terutama dengan menggunakan tempe dan sayuran sebagai bahan utama.

Spesialis gizi klinik dr. Raissa E Djuanda, SpGK menjelaskan bahwa meskipun tempe sehat, tidak bisa dijadikan satu-satunya sumber protein sehari-hari. “Ada resiko kekurangan gizi baik untuk ibu maupun janin,” ucapnya kepada Thecuy.com. Ia juga menambahkan bahwa ibu hamil dengan berat badan sekitar 50 kg membutuhkan minimal 60 gram protein per hari.

Dr. Ardian Sandhi Pramesti, SpGK setuju bahwa protein nabati sebaiknya dikombinasikan dengan protein hewani. Protein hewani memiliki keunggulan dalam penyerapan dan kandungan zat gizi pendukung seperti zat besi heme yang lebih mudah diserap, vitamin B12, omega-3 (DHA), dan kalsium.

Sementara itu, spesialis gizi klinik Johanes Chandrawinata, SpGK menjelaskan bahwa program PMT seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) di posyandu hanya diberikan terbatas, sehingga kurang dalam memenuhi kebutuhan gizi ibu hamil. “Kurang asupan gizi selama hamil dapat menyebabkan gangguan tumbuh kembang janin, yang tentunya berpotensi meningkatkan resiko kehamilan dan janin yang kurang optimal,” katanya.

Kondisi ini memang mengekspos kesenjangan gizi yang masih dialami banyak orang, termasuk ibu hamil. Pola makan yang sehat dan teratur, dengan kombinasi sumber protein yang variatif, sangat penting untuk menjamin kesehatan ibu dan janin.

Keadaan ini juga mengingatkan kita untuk lebih memperhatikan kebutuhan nutrisi diri sendiri dan orang terdekat, terutama bagi mereka yang sedang dalam kondisi khusus seperti kehamilan. Jaga asupan protein dan nutrisi dengan bijak agar tubuh tetap sehat dan optimal.

Baca Berita dan Info Kesehatan lainnya di Seputar Kesehatan Page

Tinggalkan Balasan