Risiko Penyakit Karena Makan 10 Ribu di Tangan Istri Setiap Hari

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Belakangan ini, media sosial terpukau dengan video seorang ibu hamil yang berbagi vlog memasak dengan anggaran harian hanya sebesar Rp 10 ribu. Yang lebih mengejutkan, ia bisa menabung dari jumlah tersebut. Reaksi warga jaringan terpolarisasi; sebagian mengatakan Rp 10 ribu cukup untuk kebutuhan makanan harian, sementara yang lain menganggapnya tidak realistis, terutama bila mempertimbangkan biaya tambahan seperti listrik dan gas.

Spesialis gizi klinik dr. Ardian Sandhi Pramesti, SpGK, menjelaskan bahwa dari segi gizi, anggaran Rp 10 ribu sehari bisa memenuhi satu kali makan, namun sangat terbatas. Harga bahan pokok seperti beras, sayuran, dan protein telah naik karena inflasi pangan, membuat tantangan untuk memenuhi tiga kali makan dalam sehari menjadi jauh lebih besar. Hal ini sering mengakibatkan menu yang monoton, rendah protein hewani, dan kurangnya vitamin dari buah.

Menurut dr. Ardian, kekurangan keragaman pangan dapat menyebabkan defisiensi vitamin A, zat besi, dan zinc, terutama pada ibu hamil dan menyusui. Kondisi ini meningkatkan risiko bayi lahir dengan berat badan rendah dan stunting. Selain itu, malnutrisi juga dapat memicu wasting, gangguan kognitif, dan penurunan imunitas, yang memperparah situasi kesehatan. Ia menegaskan bahwa meskipun berhemat penting, kesehatan gizi keluarga tidak boleh dikorbankan, karena biaya pengobatan di masa depan akan jauh lebih tinggi.

Tren viral ini mengungkap kenyataan ironis tentang kecukupan gizi yang masih jauh dari ideal di Indonesia. Padahal, nutrisi sehat adalah investasi vital yang dapat mencegah masalah kesehatan jangka panjang. Maka, bagi kita semua, marilah lebih bijak dalam mengelola keuangan dan kesehatan, karena kesehatan tubuh adalah investasi terbaik bagi masa depan yang lebih sehat dan bahagia.

Baca Berita dan Info Kesehatan lainnya di Seputar Kesehatan Page

Tinggalkan Balasan