Peningkatan Pertanian Organik di Kabupaten Ciamis Diharapkan Meliputi Setidaknya 1 Hektare per Desa

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Pemerintah di Ciamis sedang mempersiapkan rencana untuk melaksanakan pertanian organik pada tahun 2026, sebagaimana yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Bupati Herdiat Sunarya berharap setiap desa di Ciamis memiliki setidaknya satu hektar sawah yang diolah secara organik.

Menurut Novi Nuryanti, Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Ciamis, program ini merupakan prioritas yang harus dijalankan dengan maksimal. Alasan utama adalah karena masih banyak desa yang belum memiliki lahan pertanian organik. Ia menegaskan bahwa suksesnya program ini bergantung pada pemahaman dan penerapan prinsip-prinsip pertanian organik oleh petani.

Pertanian organik tidak hanya tentang mengganti pupuk kimia dengan kompos dan mikroorganisme lokal, tetapi juga melibatkan prinsip filosofis dan teologis yang menekankan pentingnya menjaga ekosistem alam untuk kebaikan lingkungan dan manusia. Saat ini, Pemkab Ciamis tengah mempersiapkan regulasi untuk pertanian organik, serta sistem pelatihan digital melalui Learning Management System (LMS) yang akan disahkan oleh perguruan tinggi. Program ini juga difokuskan pada penanaman padi secara organik, yang meskipun sudah berjalan beberapa tahun belum sempat meluas karena masih rendahnya kesadaran petani.

Novi Nuryanti juga menjelaskan bahwa tujuan utama program ini adalah untuk meningkatkan kesehatan ekosistem pertanian. Data dari Balitbangtan Kementerian Pertanian tahun 2018 menunjukkan bahwa 88 persen lahan sawah di Jawa Barat termasuk dalam kategori sakit berat dan sakit, hanya 4 persen yang tergolong sehat. Lahan sehat memiliki kandungan C-Organik antara 5–7 persen, sedangkan lahan sakit hanya sekitar 2 persen, yang menyebabkan penurunan kesuburan tanah dan produktivitas pertanian.

Untuk mendukung program ini, Pemkab Ciamis bekerja sama dengan tokoh penggerak pertanian organik di tingkat nasional. Sejumlah petani di Ciamis kini mulai belajar tentang pertanian organik, karena selama lebih dari tiga dekade lahan sawah tidak menerima bahan organik, sehingga mikroorganisme, bakteri, dan cacing tanah hilang. Ini membutuhkan upaya serius untuk membangun kembali kesehatan tanah dan meningkatkan produktivitas pertanian secara berkelanjutan.

Pertanian organik tidak hanya about mengganti pupuk kimia dengan kompos dan mikroorganisme lokal, tetapi juga melibatkan prinsip filosofis dan teologis yang menekankan pentingnya menjaga ekosistem alam untuk kebaikan lingkungan dan manusia. Saat ini, Pemkab Ciamis tengah mempersiapkan regulasi untuk pertanian organik, serta sistem pelatihan digital melalui Learning Management System (LMS) yang akan disahkan oleh perguruan tinggi. Program ini juga difokuskan pada penanaman padi secara organik, yang meskipun sudah berjalan beberapa tahun belum sempat meluas karena masih rendahnya kesadaran petani.

Novi Nuryanti juga menjelaskan bahwa tujuan utama program ini adalah untuk meningkatkan kesehatan ekosistem pertanian. Data dari Balitbangtan Kementerian Pertanian tahun 2018 menunjukkan bahwa 88 persen lahan sawah di Jawa Barat termasuk dalam kategori sakit berat dan sakit, hanya 4 persen yang tergolong sehat. Lahan sehat memiliki kandungan C-Organik antara 5–7 persen, sedangkan lahan sakit hanya sekitar 2 persen, yang menyebabkan penurunan kesuburan tanah dan produktivitas pertanian.

Untuk mendukung program ini, Pemkab Ciamis bekerja sama dengan tokoh penggerak pertanian organik di tingkat nasional. Sejumlah petani di Ciamis kini mulai belajar tentang pertanian organik, karena selama lebih dari tiga dekade lahan sawah tidak menerima bahan organik, sehingga mikroorganisme, bakteri, dan cacing tanah hilang. Ini membutuhkan upaya serius untuk membangun kembali kesehatan tanah dan meningkatkan produktivitas pertanian secara berkelanjutan.

Semangat dalam menerapkan pertanian organik harus didukung oleh kesadaran petani untuk menjaga lingkungan dan produktivitas lahan. Dengan dukungan teknis dan regulasi yang matang, Ciamis dapat menjadi contoh dalam praktik pertanian ramah lingkungan yang berkelanjutan.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan