Bocah Tenggelam di Bekas Tambang Ilegal di Pekanbaru, Pemilik Ditahan

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Di Kota Pekanbaru, Riau, dua bersaudara yakni Marta (11 tahun) dan Jefri (8 tahun) mengalami tragedi saat tenggelam di bekas lokasi penambangan galian C ilegal. Kapolresta Pekanbaru, Kombes Jeki Rahmat Mustika, menjelaskan bahwa tempat kejadian tersebut adalah bekas area penambangan yang tidak sah, khusus digunakan untuk produksi batu bata.

Pihak kepolisian telah menahan pemilik tambang yang diberi inisial YO. Saat ini, ia sedang diperiksa lebih lanjut di Mapolresta Pekanbaru. Penyelidikan akan lebih mendalam terkait kemungkinan adanya kelalaian yang menyebabkan kematian kedua anak tersebut. Selain itu, penyelidikan juga akan difokuskan pada aktivitas penambangan ilegal yang terjadi di area tersebut.

“Kepolisian akan mengejar semua tahapan peristiwa ini, termasuk aspek hukum yang terkait dengan penambangan ilegal,” ujar Jeki. Kasus ini mendapat perhatian serius karena melibatkan kehilangan dua jiwa muda yang berharga.

Marta dan Jefri ditemukan tewas tenggelam di bekas kolam galian di Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru, pada pagi hari ini. Keduanya tercatat hilang sejak Senin sore (8/9). Marta, yang baru pulang sekolah, sedang membantu ibunya mencuci piring di sumur dekat rumah sebelum hilang. Seiring waktu, adiknya, Jefri, juga tak ditemukan.

Usaha pencarian dilakukan di sekitar rumah dan tempat bermain keduanya, tetapi tidak berhasil. Akhirnya, saksi menginisiatif mencari di bekas kolam galian dan menemukan Jefri mengambang. Tim SAR kemudian menemukan jasad Marta setelah mengangkat jasad Jefri.

Kasus ini mengingatkan kembali betapa pentingnya keamanan di sekitar area penambangan ilegal dan pengawasan yang lebih ketat terhadap aktivitas semacam itu. Kejadian tragis ini seharusnya menjadi pelajaran bagi semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat, untuk meningkatkan kesadaran akan bahaya yang potentiel di sekitar lingkungan.

Kematian dua bocah ini merupakan kehilangan yang sangat mengejutkan. Masyarakat diharapkan lebih waspada terhadap lingkungan sekitar, terutama anak-anak yang rentan terhadap bahaya. Insiden ini juga mengajak semua pihak untuk bersama-sama mendorong pengawasan yang lebih kencang terhadap aktivitas ilegal yang berpotensi merugikan kehidupan dan keselamatan masyarakat.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan