Amalan Bulan Dzulhijjah, Dari Dzikir Hingga Berqurban

Dzulhijjah merupakan salah satu bulan yang dinantikan oleh umat Islam. Pada bulan ini terdapat hari raya idul adha atau yang juga disebut dengan lebaran haji. Selain itu, dzulhijjah termasuk bulan yang dimuliakan dan juga termasuk dalam bulan dimana haram untuk berbuat maksiat, kerusakan atau pembunuhan. Karena itu, di bulan ini tentu ada baiknya jika diisi dengan melakukan amalan-amalan baik. 

 

Ada banyak amalan yang bisa dilakukan selama bulan Dzulhijjah. Namun beberapa amalan ini yang paling utama dan istimewa. Apa sajakah itu?

 

Berpuasa

 

Umat islam disarankan untuk melakukan puasa sunnah sejak hari pertama bulan dzulhijjah. Yang paling utama disarankan untuk berpuasa hingga hari kesembilan sebab pada 10 Dzulhijjah akan ada hari raya idul adha. Mengenai amalan ini juga terdapat dalam sabda Rasulullah : “Tidak ada hari-hari yang lebih Allah sukai untuk beribadah selain sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, satu hari berpuasa di dalamnya setara dengan setahun berpuasa, satu malam mendirikan shalat malam setara dengan shalat pada malam Lailatul Qadar.”

 

Ibadah haji

 

Datang ke rumah Allah adalah impian setiap umat Islam. Meski dikatakan bahwa ibadah ini baiknya dilakukan oleh mereka yang mampu secara ekonomi dan fisik, namun selalu ada cara bagi umat Islam untuk menunaikannya. Seperti mempersiapkan dana haji menggunakan tabungan berjangka atau lainnya. Nah, menunaikan ibadah haji juga termasuk salah satu amalan yang baik dilakukan di bulan dzulhijjah. 

 

Sholat idul adha

 

Idul adha jatuh pada tanggal 10 dzulhijjah setiap tahunnya. Oleh karena itu, melakukan sholat idul adha tentu merupakan amalan yang harus dilakukan di bulan ini. Semua umat islam tanpa terkecuali bahkan dianjurkan untuk menghadiri sholat idul adha. Bahkan wanita haid juga, seperti sabda Rasulullah : “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam menyuruh kami keluar menghadiri shalat ‘Ied bersama budak-budak perempuan dan perempuan-perempuan yang sedang haid untuk menyaksikan kebaikan-kebaikan dan mendengarkan khutbah. Dan bagi wanita yang sedang haid disuruh menjauhi tempat shalat.” (HR. Bukhari: 313, Muslim: 1475).

 

Berqurban 

 

Karena dalam bulan dzulhijjah terdapat idul adha, tentu tak dapat lepas dari ibadah berqurban. Ini adalah amalan utama yang bisa dilakukan seorang muslim. Biasanya, berkurban atau penyembelihan hewan dilakukan setelah sholat idul adha hingga hari tasyrik. Rasulullah bersabda : “Sesungguhnya yang pertama kali kita lakukan pada hari ini (iedul adha) adalah mengerjakan shalat kemudian pulang dan menyembelih binatang kurban, barangsiapa melakukan hal itu, maka dia telah bertindak sesuai dengan sunnah kita, dan barangsiapa menyembelih binatang kurban sebelum (shalat ied), maka sesembelihannya itu hanya berupa daging yang ia berikan kepada keluarganya, tidak ada hubungannya dengan ibadah kurban sedikitpun.”

 

Membaca tasbih, tahmid, tahlil dan takbir

 

Rasulullah bersabda : “Diantara hari-hari tidak ada hari yang lebih agung menurut Allah dan tidak ada hari yang paling di cintai Allah dari pada hari sepuluh (sepuluh hari awal dzulhijjah), maka pada hari itu perbanyaklah membaca tasbih, tahmid, tahlil dan takbir.” Dari hadits ini maka bisa disimpulkan bahwa bulan dzulhijjah merupakan waktu paling disukai Allah untuk umatNya memperbanyak membaca tasbih, tahmid, tahlil dan takbir. baca juga twibbon ramadhan 2021

 

Itu dia beberapa amalan yang bisa dilakukan di bulan Dzulhijjah. Sebagian diantaranya mungkin tidak bisa dilakukan atau harus disesuaikan karena kini kita tengah menghadapi pandemi Covid-19. Ibadah haji belum bisa kita tunaikan untuk sementara waktu, sholat idul adha berjamaah di masjid juga belum bisa kita laksanakan bersama-sama. Pun berqurban yang biasanya bisa disaksikan dan dilakukan beramai-ramai juga tak bisa dilakukan. Meski begitu, semoga tak mengurangi nilai dan makna bulan dzulhijjah ya. Pun kamu tetap bisa melakukan amalan lainnya seperti memperbanyak baca alquran dan sholat-sholat sunnah lainnya.  

Tinggalkan komentar