Hujan Lebat Dijadii Petir Melanda Jakarta Siang dan Sore Hari

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Pada sore hari ini, hujan deras mengguyur wilayah Jakarta, diiringi dengan angin yang sangat kencang. Berdasarkan pantauan yang dilakukan oleh Thecuy.com, Rabu (29/10/2025), hujan yang turun sekitar pukul 15.30 WIB langsung mencapai intensitas tinggi.

Selain derasnya hujan, turut terdengar juga suara petir yang menggelegar beberapa kali di udara. Hingga pukul 15.54 WIB, hujan dengan intensitas tinggi yang masih diiringi angin kuat dan petir terus berlangsung, sehingga jarak pandang di beberapa tempat pun berkurang drastis.

BMKG telah mengeluarkan peringatan dini untuk kawasan Jabodetabek pada pukul 15.05 WIB terkait kemungkinan terjadinya hujan sedang hingga lebat, disertai kilat dan angin kencang. Peringatan ini berlaku pada pukul 15.15 WIB dan mencakup wilayah Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Kabupaten Bogor, Kota Depok, serta Tangerang Raya.

Keadaan ini menandakan bahwa Indonesia, termasuk Jakarta, telah memasuki musim hujan. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah mencatat 41 titik daerah yang classée sebagai rawan banjir dan genangan, dengan status siaga tinggi. “BPBD DKI telah memetakan 41 titik rawan banjir dan genangan dengan status siaga tinggi, berdasarkan data hingga 27 Oktober 2025,” kata Staf Khusus Gubernur Jakarta Chico Hakim kepada wartawan, Rabu (29/10).

Chico menjelaskan bahwa titik-titik ini tersebar di lima wilayah DKI Jakarta, terutama di sekitar bantaran sungai dan pesisir laut. “Belum ada deklarasi darurat penuh, namun status siaga 3 (waspada) sudah aktif di Bendung Katulampa (90 cm), Pos Depok (220 cm), dan Sunter Hulu (160 cm),” ujarnya.

Chico juga menegaskan bahwa Pintu Air Manggarai telah diaktifkan dalam status siaga 2, dengan pemantauan yang dilakukan secara 24 jam. Selain itu, pihak pemerintah juga telah melakukan berbagai antisipasi untuk mengatasi potensi banjir, dengan target agar genangan surut dalam waktu maksimal 3-6 jam.

Data terkini menunjukkan bahwa musim hujan belum lagi reda dan ancaman banjir masih tinggi di beberapa wilayah. Pemerintah telah meningkatkan siaga dan menyediakan fasilitas pemantauan terpadu untuk meminimalkan dampak negatif. Warga di daerah rawan diharapkan tetap waspada dan siap melakukan evakuasi dini jika diperlukan.

Sementara itu, pengaruh perubahan iklim dan aktivitas manusia terus mempengaruhi pola cuaca, mengingatkan kita semua untuk lebih sadar dalam menghadapi tantangan lingkungan.nikmati hari ini dengan hati-hati, karena cuaca bisa berubah dalam hitungan menit.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan