Pelatihan Jahit-Bordir di Lapas Cirebon Mengajari Napi Membentuk UMK Tekstil

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Lapas Kelas I di Cirebon, Jawa Barat, telah menggelar sesi pelatihan khusus untuk warga binaan mereka, yakni narapidana, dalam bidang menjahit dan bordir. Melalui ini, pihak lapas menginginkan narapidana dapat memperoleh keterampilan baru yang dapat membuka peluang usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sektor tekstil.

Kepala Lapas Kelas I Cirebon, Nanank Syamsudin, menekankan bahwa tujuan pelatihan ini tidak hanya memberikan keterampilan teknis, tetapi juga meningkatkan keyakinan diri para narapidana. “Kami berharap mereka pulang bukan hanya dengan keterampilan, tetapi juga dengan perasaan berharga dan siap berkontribusi pada masyarakat,” kata dia.

Program pelatihan yang berjudul ‘Revitalisasi Industri Tekstil di Lapas Cirebon: Membangun Masa Depan di Balik Jeruji untuk Mendukung Hilirisasi dan Industrialisasi’ bertujuan memposisikan lapas sebagai sentra industri tekstil yang modern. Dalam kegiatan ini, produk-produk seperti seragam dan bordiran dihasilkan di bawah label ‘Roemah Kesambi’.

Untuk mendukung keberhasilan program, Lapas Cirebon berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Sistem Informasi Manajemen Pembinaan Industri Narapidana (Simbina). Melalui Simbina, proses produksi telah digitalisasi, meliputi pelatihan, pencatatan hasil kerja, dan pemasaran daring. Selain itu, lapas juga bekerjasama dengan mitra UMKM, lembaga pelatihan kerja, dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Cirebon untuk memperluas akses pasar dan memperkuat industri lokal.

Ketua lapas menyatakan, “Revitalisasi ini tidak hanya tentang mesin dan kain, tetapi tentang manusia.” Program ini juga sejalan dengan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan, serta mendukung arahan Menteri Imigrasi dan Permasyarakatan, Agus Andrianto, dalam mendorong pendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan 13 Program Akselerasi terkait dukungan UMKM.

Sekarang ini, penggunaan teknologi digital dan kerjasama strategis menunjukkan bahwa Lapas Cirebon tidak hanya berfokus pada rehabilitasi, tetapi juga pada pembangunan industri yang dapat berdampak positif pada masyarakat. Inovasi ini membuktikan bahwa kesempatan memberikan kemajuan bahkan di dalam lingkungan yang terbatas dapat diwujudkan dengan komitmen dan kolaborasi.

Inisiatif ini menginspirasi agar setiap individu, meskipun dalam situasi yang sulit, masih memiliki kemampuan untuk berubah dan berkontribusi. Dengan mendorong keterampilan praktis dan dukungan industri, lapas membuka jalan baru bagi para narapidana untuk memulai kehidupan yang lebih produktif.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan