Energi Terbarukan di Indonesia Sebesar 16% Berbahan Baku Biogas dan Biodiesel

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Pada bulan Oktober 2025, data dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menunjukkan bahwa persentase pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT) di Indonesia telah mencapai 16%. Pemerintah memiliki rencana strategis untuk menaikkan angka ini menjadi 19-23% pada tahun 2030, seperti yang tercantum dalam Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2025 tentang Kebijakan Energi Nasional (KEN).

Harris, Kepala Balai Besar Survei dan Pengujian Ketenagalistrikan EBTKE Kemen ESDM, menegaskan capaian ini melalui acara ‘Limbah Menjadi Anugerah’ yang diselenggarakan di Jakarta pada hari Rabu, 22 Oktober 2025. Dalam kesempatan tersebut, dia menjelaskan bahwa bioenergi berperan penting dengan kontribusi sebesar 7,45% dari bauran EBT total. Sumber daya ini meliputi biogas, bioetanol, dan biodiesel yang menjadi sumber energi domestik yang strategis.

Potensi besar biomassa dari sumber-seumber seperti limbah pertanian, residu industri, dan kotoran hewan menjadi salah satu kunci sukses dalam mengembangkan energi terbarukan di Indonesia. Harris juga menekankan bahwa biogas yang diubah menjadi biometana bukan hanya mendukung diversifikasi sumber energi, tetapi juga menjadi bagian dari ekonomi sirkular dalam pengolahan limbah. Ini menjadikan biometana sebagai solusi yang efektif, karena tidak hanya menghasilkan energi bersih tetapi juga mendukung pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.

Energi terbarukan di Indonesia terus berkembang dengan pesat, terutama dengan dukungan dari bioenergi yang menjadi pilar utama dalam strategi energi nasional. Potensi biomassa yang besar memberikan harapan pada pemanfaatan sumber daya lokal untuk mendukung keberlanjutan sektor energi. Dengan demikian, Indonesia dapat meningkatkan ketergantungan pada energi bersih dan mengurangi dampak lingkungan secara signifikan. Keberhasilan ini juga menunjukkan komitmen negara dalam mencapai target global terkait perubahan iklim dan pengurangan emisi karbon.

Kebijakan pemerintah yang konsisten, dukungan teknologi, dan partisipasi masyarakat akan menjadi kunci untuk mencapai target 19-23% pemanfaatan EBT pada 2030. Ini bukan hanya tentang mencapai angka, tetapi juga tentang mengembangkan sistem energi yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan ramah lingkungan. Dengan demikian, Indonesia dapat menjadi contoh bagi negara-negara lain dalam transisi energi yang sukses dan berkelanjutan.

Baca Berita dan Informasi Finance lainnya di Finance Page

Tinggalkan Balasan