Presiden Prabowo Subianto, melalui Kejaksaan Agung, telah mengembalikan uang sebesar Rp 13,2 triliun yang terkait dengan kasus korupsi fasilitas ekspor CPO dan produk turunannya. Ini dianggap sebagai langkah penting dalam upaya pembuktian bahwa negara bebas dari korupsi.
Sebuah pakar hukum dan pembangunan, Hardjuno Wiwoho, menyampaikan dukungannya atas langkah ini. Menurutnya, Presiden Prabowo telah menunjukkan komitmen nyata dalam melengserkan korupsi, yang tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga merusak struktur ekonomi bangsa. “Presiden tidak hanya beremosi, tetapi juga membuat pernyataan yang substansial. Korupsi dianggap sebagai ancaman serius terhadap stabilitas ekonomi negara,” kata Hardjuno.
Pernyataan ini juga menyampaikan pesan kuat kepada dunia bisnis bahwa keuntungan tidak boleh diperoleh dengan mengorbankan kepentingan publik. Kejaksaan Agung berhasil memulihkan kerugian nasional yang besar, yang menunjukkan kemampuan lembaga penegak hukum Indonesia untuk beraksi secara efektif.
Hardjuno juga menggarisbawahi pentingnya konsistensi dalam penindakan anti-korupsi. “Ini bukan hanya tentang satu kasus besar, tetapi harus diaplikasikan di berbagai sektor yang rentan terlibat kasus penyimpangan,” tegasnya. Dia menambahkan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan aparat hukum dengan prinsip keadilan substansial dapat membawa Indonesia menuju pemerintahan yang lebih berdaulat dan dipercaya.
Selanjutnya, Hardjuno mengungkapkan harapannya bahwa Presiden akan terus berjuang melawan mafia-mafia hukum yang merusak negara. “Semua pihak harus bekerjasama untuk mewujudkan negara yang adil dan makmur, bebas dari korupsi,” tutup Hardjuno.
Sementara itu, Jaksa Agung ST Burhanuddin telah menyatakan komitmen untuk mengutamakan penindakan terhadap korupsi yang merugikan rakyat langsung. Ini diumumkan saat Kejaksaan Agung menyerahkan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 13,255 triliun dari kasus korupsi fasilitas ekspor CPO. Kejaksaan akan fokus penegakan hukum pada tindak pidana korupsi yang mengakibatkan kerugian finansial negara, terutama pada sektor yang mempengaruhi kesejahteraan rakyat.
Pemulihan kerugian tersebut adalah langkah konkret dalam upaya pembangunan yang transparan dan bertanggung jawab. Para pejabat harus tetap berkomitmen untuk melanjutkan perjuangan melawan korupsi agar Indonesia dapat mencapai tata kelola pemerintah yang lebih efektif dan adil. Dengan demikian, Indonesia akan lebih kuat dan berdaulat, serta memperoleh kepercayaan dari rakyat.
Semangat anti-korupsi harus terus hidup dan dipertahankan agar negara tidak terbelenggu oleh pemerasan dan kekuasaan yang tidak sehat. Setiap proses penegakan hukum harus dilakukan dengan integritas dan transparansi, sehingga rakyat dapat merasakan perubahan yang nyata dalam kehidupan sehari-hari. Jangan sampai upaya ini hanya menjadi sekejap mata, tetapi dapat menjadikan Indonesia lebih baik bagi generasi mendatang.
Baca juga Berita lainnya di News Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.