Program Pemuda Pelopor dan Liga Desa Diharapkan Berhasil Menurut Mendes dan Menpora

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto telah melakukan pertemuan dengan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir di kantor Kemenpora, Jakarta. Keduanya telah setuju untuk bekerja sama guna mengembangkan program pemuda pelopor desa dan pemuda bela negara.

Menurut Yandri, desa memiliki peran penting dalam Asta Cita ke-6 Presiden Prabowo Subianto, yang berfokus pada pembangunan dari dasar untuk merealisasikan pemerataan ekonomi dan penurunan kemiskinan. Program ini diharapkan dapat meningkatkan peran pemuda-pemudi dalam mengembangkan desa melalui festival Bangun Desa Bangun Indonesia.

“Festival ini sedang berlangsung, dan pesertanya akan berasal dari seluruh desa di Indonesia. Pemenangnya akan diumumkan pada Hari Desa. Kami hadir di sini untuk mengundang Erick untuk hadir pada perhelatan Hari Desa pada 15 Januari 2026 di Boyolali, Jawa Tengah. Salah satu kategori festival ini adalah pemuda-pemudi pelopor desa,” ujar Yandri kepada wartawan, Selasa (21/10/2025).

Selain itu, Yandri juga menjelaskan bahwa program pemuda bela negara dari Kemenpora sangat cocok dengan misi Kemendes PDT. Beberapa program Presiden Prabowo seperti koperasi desa merah putih, makan bergizi gratis, badan usaha milik desa, desa wisata, dan desa ekspor memerlukan partisipasi aktif pemuda di daerah.

Kerja sama antara Kemendes PDT dan Kemenpora diharapkan dapat menggerakkan ekonomi desa melalui dukungan program-program ini. Yandri juga menambahkan bahwa pemuda-pemudi pelopor desa adalah kunci pembangunan masa depan.

Dalam pertemuan ini, Yandri juga menyebutkan bahwa Dana Desa dapat digunakan untuk membangun lapangan bola di desa-desa. Ini juga menjadi bagian dari upaya mengembangkan Liga Desa, yang diharapkan dapat memajukan ekonomi di tingkat lokal.

Sementara itu, Erick Thohir menyatakan dukungan terhadap kerja sama ini. Menurutnya, upaya kolaborasi antara kedua kementerian akan menghasilkan dampak maksimal karena desa adalah salah satu pilar utama dalam pembangunan generasi pemuda yang berkarakter.

“Kami sangat mendukung program ini, karena Kementerian Pemuda dan Olahraga juga sedang menyiapkan administrasi dan anggaran untuk mendukung program ini. Kita yakin dengan sinergi ini, desa akan menjadi landasan penting dalam pembentukan pemuda yang bertanggung jawab,” ujar Erick.

Kedua menteri ini juga sepakat untuk memperluas program Liga Desa dan esports mulai tahun ini, dengan pelaksanaan yang lebih besar di seluruh Indonesia pada 2026-2029.

Tidak hanya sebagai sarana olahraga, lapangan bola yang dibangun di desa juga diharapkan dapat menjadi wadah pemuda untuk mengembangkan talenta dan semangat gotong royong. Dengan adanya Liga Desa, diharapkan dapat memajukan ekonomi lokal dan mempersatukan masyarakat.

Pemuda merupakan aset penting dalam pembangunan. Dengan adanya kerja sama antara pemerintah dan masyarakat, program-program ini akan membantu mewujudkan visi pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan