Kerjasama Perdagangan Dijajagi dalam Pertemuan Pengusaha Indonesia-Afrika Selatan

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Indonesia dan Afrika Selatan tengah menjelajahi peluang untuk memperluas kerjasama di bidang perdagangan. Beberapa proyek yang diajukan meliputi berbagai sektor, mulai dari pengelolaan sumber daya mineral hingga pertanian.

Bobby Gafur Umar, Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia yang bertanggung jawab untuk bidang investasi, hilirisasi, energi, dan lingkungan hidup, menyatakan bahwa hubungan ekonomi antara kedua negara telah terbangun pada dasar yang kuat. Data menunjukkan bahwa pada tahun 2024, nilai perdagangan dua arah antara Indonesia dan Afrika Selatan mencapai sekitar 1,6 miliar dolar Amerika, dengan ekspor Indonesia bernilai 784 juta dolar dan ekspor Afrika Selatan mencapai 379 juta dolar.

Walaupun angka tersebut masih relatif kecil, Bobby menuturkan bahwa potensi kerjasama masih besar. Basis perdagangan yang berdiversifikasi, meliputi barang konsumsi, bahan baku, dan komoditas industri, dapat menjadi fondasi kuat untuk meningkatkan investasi dan produksi. Kata-kata ini diucapkan saat acara di Shangri-La Hotel, Jakarta, pada Selasa, 21 Oktober 2025.

Dari sisi komunitas bisnis, Bobby menambahkan bahwa Kadin Indonesia melihat forum ini sebagai dasar untuk kerjasama yang nyata, menggabungkan kekuatan pengusaha dari kedua negara agar dapat menciptakan nilai jangka panjang bagi perekonomian keduanya.

Beberapa sektor utama yang menjadi fokus kerjasama antara Indonesia dan Afrika Selatan adalah industri hilir, transisi energi, logistik dan infrastruktur maritim, pengolahan hasil pertanian dan ketahanan pangan, serta ekonomi digital dan inovasi. Inisiatif-inisiatif ini dapat mengembangkan kerangka kerja untuk usaha patungan, berbagi teknologi, dan pertukaran sumber daya manusia, serta menghubungkan ekosistem industri di negara-negara berkembang.

Sementara itu, Pahala Mansury, Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia bidang perdagangan dan perjanjian luar negeri, mengungkapkan bahwa forum ini merupakan bagian dari rangkaian acara kunjungan Presiden Afrika Selatan ke Indonesia. Acara ini juga menjadi kesempatan bagi pengusaha dari kedua negara untuk menjajaki peluang kerjasama dalam bidang perdagangan dan investasi.

Menurut Pahala, beberapa sektor yang berpotensi untuk kerjasama, termasuk sektor mineral kritis, seperti pengembangan supply chain dan value chain. Indonesia memiliki kekayaan nikel dan kobalt, sedangkan Afrika Selatan kaya akan mangan. Oleh karena itu, kerjasama di sektor hilirisasi mineral kritis menjadi salah satu peluang yang menjanjikan. Selain itu, kerjasama juga dapat meningkatkan ketahanan pangan, baik untuk Indonesia maupun Afrika Selatan.

Dalam sektor pertanian, Afrika Selatan mengimpor minyak kelapa sawit dari Indonesia dalam jumlah besar, sementara Indonesia membutuhkan daging sapi. Afrika Selatan memiliki lebih dari 13 juta sapi, dan Indonesia setiap tahun mengimpor sekitar 1,2 juta kepala sapi. Kerjasama di sektor pangan ini dapat memperkuat rantai pasok dan memastikan ketahanan pangan antara kedua negara.

Selain itu, kedua negara juga menjajahi kerjasama di bidang manufaktur. Pahala mempromosikan 19 Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang dimiliki Indonesia, termasuk pengembangan KEK di Bali yang berfokus pada pariwisata medis. Afrika Selatan juga berminat untuk mengembangkan KEK sebagai pusat produksi, dengan rencana untuk mengembangkan sekitar 11 KEK. Hal ini menjadi peluang kerjasama lain untuk memperkuat rantai pasok antara KEK yang memiliki komoditas yang saling melengkapi.

Selain sektor-sektor tersebut, pengusaha dari berbagai industri, seperti pupuk, migas, pangan, hingga pengembangan listrik, juga hadir dalam acara ini. Harapan besar diharapkan agar acara ini dapat menghasilkan perjanjian dagang yang konkret antara pengusaha dari kedua negara.

Data riset terbaru menunjukkan bahwa kerjasama perdagangan antarnegara berkembang terus mengalami peningkatan, terutama di bidang energi hijau dan teknologi digital. Inisiatif ini tidak hanya meningkatkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga mendukung kelestarian lingkungan dan kemajuan teknologi.

Dalam studi kasus yang dilakukan, kerjasama antara negara-negara dengan potensi sumber daya yang berbeda tetapi saling melengkapi menunjukkan dampak positif pada pertumbuhan ekonomi masing-masing negara. Misalnya, kerjasama antara Indonesia dan Afrika Selatan dalam sektor pertanian dan mineral telah meningkatkan produksi dan efisiensi pada kedua belah pihak.

Sebagai kesimpulan, kerjasama perdagangan dan investasi antara Indonesia dan Afrika Selatan bukan hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga memperkuat hubungan diplomatik dan kemitraan strategis. Dengan mengembangkan kolaborasi di berbagai sektor, kedua negara dapat meraih kesempatan yang lebih luas untuk perkembangan bersama yang berkelanjutan.

Baca Berita dan Informasi Finance lainnya di Finance Page

Tinggalkan Balasan