Kopi adalah salah satu minuman favorit di seluruh dunia, terutama karena kemampuannya untuk menyegarkan dan memberikan tenaga cepat. Selain sebagai penyegar, kopi juga dikenal memiliki berbagai manfaat kesehatan, seperti meningkatkan kinerja fisik dan mental serta mendukung fungsi otak.
Menurut NDTV, kopi kaya akan antioksidan yang bermanfaat untuk memperbaiki suasana hati dan mengurangi risiko penyakit tertentu. Namun, untuk memaksimalkan manfaat ini, penting untuk menghindari kesalahan umum saat mengonsumsinya, karena hal tersebut bisa mengurangi keuntungan kesehatannya.
Seorang ahli gastroenterologi yang belajar di AIIMS, Harvard, dan Stanford University, mengidentifikasi tiga kesalahan umum dalam konsumsi kopi yang perlu dihindari. Menurut dr Sethi, kopi sangat baik untuk otak, usus, dan hati. Kandungan polifenolnya dapat meningkatkan bakteri baik di usus, meningkatkan konsentrasi, dan mengurangi risiko penyakit Alzheimer serta Parkinson. Selain itu, konsumsi kopi juga dikaitkan dengan penurunan risiko kematian umum. Namun, banyak orang tetap membuat kesalahan dalam mengonsumsi kopi, sehingga manfaatnya tidak terasa optimal.
Salah satunya adalah menambahkan gula ke dalam kopi. Dr Sethi menyarankan untuk mengurangi penggunaan gula agar tidak meningkatkan kadar glukosa darah dan peradangan. Alternatif yang lebih sehat adalah menggunakan sedikit madu setelah kopi agak dingin, buah biksu, atau stevia tanpa erythritol.
Pilihan kopi organik juga penting untuk meminimalkan paparan pestisida. Dr Sethi menegaskan bahwa kopi merupakan salah satu tanaman yang paling banyak terkontaminasi pestisida, sehingga copi organik menjadi pilihan yang lebih baik.
Selain itu, metode sangrai kopi juga mempengaruhi kesehatan. Orang dengan refluks asam sebaiknya memilih kopi yang lebih gelap, karena lebih lembut untuk perut. Namun, jika tidak mengalami masalah tersebut, kopi yang lebih terang lebih baik karena lebih kaya akan antioksidan.
Kopi mengandung kafein yang tinggi, sehingga konsumsi berlebihan bisa menyebabkan kecemasan, gangguan tidur, detak jantung cepat, tekanan darah tinggi, dan masalah pencernaan. Untuk mengatasi hal ini, ada beberapa tips yang bisa diikuti, seperti membatasi asupan hingga 400 mg kafein per hari (sekitar 4 cangkir kopi seduh). Hindari juga mengonsumsi kopi di akhir hari atau saat perut kosong. Idealnya, minum kopi di pagi atau siang hari, sekitar pukul 10.00 atau 13.00-15.00. Selain itu, pastikan untuk tetap terhidrasi karena kopi bersifat diuretik, sehingga minum air secara cukup penting.
Untuk memaksimalkan manfaat kopi, pilihlah kopi organik, hindari penambahan gula berlebihan, dan sesuaikan metode sangrai dengan kondisi kesehatan Anda. Jaga juga pembatasan konsumsi dan waktu minum agar tidak merugikan kesehatan. Kopi dapat menjadi teman setia sehari-hari jika dikonsumsi dengan bijak.
Baca Berita dan Info Kesehatan lainnya di Seputar Kesehatan Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.