Warga Tasikmalaya Kota Mengadu Jalan Rusak Selama Berbagai Tahun

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Warga di beberapa desa di wilayah Kelurahan Sukalaksana, Kecamatan Bungursari, mengungkapkan keprihatinan mereka terkait dengan kondisi jalan yang terus rusak tanpa adanya perbaikan yang signifikan, pada hari Senin (tanggal 20 Oktober 2025). Bukan hanya melalui saluran resmi, tetapi mereka juga mengajukan aspirasi mereka langsung kepada Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Moch Faruk Rozi.

Sejak lama, upaya warga untuk memperbaiki jalan telah dilakukan melalui berbagai cara, termasuk aksi langsung di lokasi, pengaduan kepada DPRD, dan juga kepada Pemerintah Kota Tasikmalaya. Namun, hingga saat ini, usaha mereka belum mendapatkan tanggapan yang memuaskan.

Dalam sebuah pertemuan di masjid, warga memanfaatkan kesempatan silaturahmi dengan Kapolres untuk menyampaikan keluhan mereka. Mereka mengekspresikan kesusahan yang dialami akibat jalan yang sudah rusak selama beberapa dekade dan belum pernah diperbaiki.

Nuning Daiti Hidayati, salah satu warganya yang berusia 42 tahun, mengungkapkan bahwa sejak zaman kanak-kanak hingga sekarang, jalan di kampungnya hanya sekali diaspal menggunakan hotmix, yaitu pada tahun 2006. Sejak itu, tidak ada lagi perbaikan yang dilakukan. “Hanya sekali dalam 19 tahun, jalan itu tidak pernah diperbaiki lagi,” kata Nuning.

Kerusakan jalan tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan bagi pengendara. Banyak pengendara sepeda motor yang terjatuh, termasuk Nuning sendiri yang pernah mengalami kecelakaan. “Khususnya saat hujan, sering terjadi kecelakaan jatuh,” jelasnya.

Selain itu, jalan yang rusak juga menjadi hambatan bagi perekonomian warga. Kondisi infrastruktur yang buruk membuat warga sulit mengembangkan usaha. “Kita berharap seperti daerah lain, bisa menjadi kampung wisata. Namun dengan jalan seperti ini, siapa yang akan berminat datang,” ungkapnya.

Masalah lain yang dihadapi warga adalah lalu lintas truk pengangkut hasil tambang yang terus beroperasi hingga malam hari. Deru mesin truk menjadi gangguan besar bagi kenyamanan istirahat warga. “Karena truk terus lewat hingga malam hari,” tambah Nuning.

Bahkan, warga telah kehilangan kepercayaan terhadap pemerintah yang selama ini tak menanggapi keluhan mereka. Oleh karena itu, mereka memutuskan untuk menyampaikan harapan mereka kepada Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Moch Faruk Rozi. Menurut Nuning, Kapolres dianggap lebih peduli dengan kondisi warga dibandingkan dengan program-program pemerintah. “Karena Kapolres menunjukkan kepedulian lebih dengan program-program yang dilaksanakan,” tutup perempuan yang juga bertugas sebagai guru madrasah.

Kondisi jalan yang rusak tidak hanya mengganggu aktivitas sehari-hari, tetapi juga mempengaruhi keselamatan dan ekonomi warga. Buatlah jalan sebagai prioritas agar kehidupan masyarakat dapat berjalan dengan lebih lancar dan nyaman.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan