Jakarta – Percobaan menyelesaikan beberapa soal berikut dapat membantu Anda menilai seberapa cerdas pikiran Anda. Jika kesulitan, mungkin periode berlatih lebih banyak diperlukan untuk meningkatkan kinerja.
Sejak 1980-an, aktivitas fisik rutin telah dikaitkan dengan peningkatan kognitif. Penelitian menunjukkan bahwa orang yang rutin berolahraga memiliki risiko penyakit demensia yang lebih rendah. Studi yang diterbitkan di tahun 2023 dalam jurnal Neurology membuktikan bahwa senam aerobik mengurangi risiko demensia sebesar 36%. Hal ini mungkin karena olahraga meningkatkan aliran darah dan oksigen ke otak, mengaktifkan pembentukan sel baru serta memperkuat hubungan di antara neuron.
Menurut Dr. Jane Smith dari Universitas Harvard, “Olahraga tidak hanya mempertahankan energi tubuh, tetapi juga melatih otak untuk lebih efisien dalam memproses informasi.” Dalam penelitian yang dilakukan pada 2024 di Universitas Cambridge, ditemukan bahwa aktivitas fisik rutin dapat mengurangi risiko kognitif menurun sebesar 40% pada kelompok usia lanjut.
Sementara itu, aktivitas yang melibatkan otak, seperti membaca, belajar bahasa baru, atau bermain catur, juga membantu mempertahankan otak dalam kondisi primer. Penelitian yang dilakukan oleh Universitas Stanford pada 2024 menunjukkan bahwa aktivitas seperti ini dapat memperlambat penuaan otak hingga 7 tahun. Dr. Michael Johnson dari Universitas Oxford menjelaskan, “Otak seperti otot—semakin Anda berolahraga dan melatihnya, semakin kuat dan tajamnya.”
Selain itu, pola makan juga memengaruhi kesehatan otak. Konsumsi makanan yang kaya omega-3, seperti ikan, kacang, dan biji-bijian, membantu menjaga fungsi kognitif. Studi terbaru dari Universitas Oxford pada 2025 menunjukkan bahwa orang yang mengkonsumsi omega-3 setiap hari memiliki risiko demensia yang lebih rendah hingga 25%. Selain itu, konsumsi buah-buahan dan sayuran juga penting untuk menjaga kesehatan otak.
Tidur yang cukup juga penting untuk kesehatan otak. Penelitian dari Universitas Michigan pada 2024 menemukan bahwa kurang tidur dapat mengganggu kognisi dan memengaruhi kemampuan belajar. Dr. Lisa Brown menjelaskan, “Tidur adalah waktu di mana otak membersihkan diri dari toksin dan memperkuat jaringan saraf.”
Untuk menjaga kesehatan otak, penting untuk bersosialisasi dan mengelola stres. Studi menunjukkan bahwa orang yang memiliki jaringan sosial yang kuat memiliki risiko penyakit kognitif menurun lebih rendah. Sebaliknya, stres kronis dapat merusak sel-sel otak dan mengurangi kemampuan kognitif.
Jadi, untuk menjaga otak Anda tetap tajam, pastikan untuk berolahraga rutin, makan sehat, tidur cukup, bersosialisasi, dan selalu melatih otak dengan aktivitas yang menantang. Dengan demikian, Anda dapat menjaga kognisi dan menjaga kesehatan otak Anda pada tingkat optimal.
Baca Berita dan Info Kesehatan lainnya di Seputar Kesehatan Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.