Indonesia tengah melaksanakan proses untuk menjadi anggota penuh Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD). Negara ini harus memenuhi 250 standar dan rekomendasi untuk mendapatkan status tersebut. Saat ini, Indonesia terdaftar sebagai kandidat aksesi bersama enam negara lainnya. Proses ini diharapkan selesai dalam waktu tiga tahun, dengan sekitar 90% standar sudah sesuai hingga Juli 2025.
Sebagai upaya untuk mempercepat integrasi ke OECD, Pusat Studi Energi Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Purnomo Yusgiantoro Center merekomendasikan pembentukan lembaga baru di bidang ketenagalistrikan. Lembaga ini diharapkan dapat bekerja secara independen, transparan, dan bertanggung jawab langsung kepada Presiden. Tujuannya adalah untuk menangani berbagai isu teknis, ekonomi, dan legalitas di sektor ini.
Keberadaan lembaga baru ini diusulkan setelah kedua pusat studi melakukan penelitian terkait industri ketenagalistrikan di Indonesia. Kajian ini dikaitkan dengan pertumbuhan ekonomi, transisi industri ramah lingkungan, dan isu lingkungan, yang menjadi salah satu persyaratan utama untuk bergabung dengan OECD.
Menurut Ketua Pusat Studi Energi UGM, Sarjiya, ketenagalistrikan merupakan salah satu pilar penting dalam pembangunan ekonomi. Tanpa energi listrik yang terjangkau dan terkelola dengan baik, pengembangan ekonomi akan sulit. OECD memang memeriksa kerja sama negara anggota dalam memastikan kesehatan bisnis dan pelestarian lingkungan.
Sarjiya menjelaskan bahwa lembaga baru ini perlu memiliki otonomi penuh dalam aspek kelembagaan, keuangan, dan keputusan teknis. Salah satu tugas utama lembaga adalah mengatur tarif dan kompetisi, mencegah monopoli, serta menjamin transparansi manajemen bisnis ketenagalistrikan. Namun, pembentukan lembaga ini akan memerlukan investasi operasional dan koordinasi antar lembaga.
Setiap negara yang berusaha bergabung dengan OECD harus menunjukkan komitmen nyata dalam memenuhi standar internasional. Indonesia telah menunjukkan langkah-langkah positif, tetapi masih ada pekerjaan yang harus dilakukan untuk memastikan proses transisi berlangsung lancar.
Sektor ketenagalistrikan tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan energi, tetapi juga dengan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Dengan adanya lembaga baru yang kuat, Indonesia bisa lebih baik mengelola sumber daya energi serta mendukung visi ekonomi yang lebih inklusif dan ramah lingkungan.
Indonesia masih memiliki waktu untuk memperbaiki dan menyesuaikan kebijakan dengan standar OECD. Langkah-langkah yang diambil sekarang akan mempengaruhi masa depan ekonomi dan lingkungan negara. Ini tidak hanya tentang bergabung dengan organisasi internasional, tetapi juga tentang membangun sistem yang lebih baik untuk generasi mendatang.
Baca Berita dan Informasi Finance lainnya di Finance Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.