Investigasi Ahmad Luthfi: Tidak Ada Bukti Pungli-Premanisme Terkait Pengusaha China di Jawa Tengah

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, telah menegaskan bahwa wilayahnya akan menyediakan lingkungan yang kondusif dan bebas dari ancaman untuk mendorong masuknya lebih banyak investasi. Syarat-syarat yang ditetapkan termasuk pengecualian dari praktik pungli dan perlakuan tidak adil serta kehadiran premanisme.

Dalam pertemuan dengan para pengusaha Tionghoa di Kantor Gubernur di Semarang, Ahmad Luthfi, bersama dengan Ketua Umum Perpit Jateng Siek Siang Yung, menekankan bahwa langkah-langkah tersebut bertujuan untuk memberikan kenyamanan bagi para investor untuk berkiprah di Jawa Tengah.

Menurutnya, tenaga kerja di Jawa Tengah memiliki keunggulan kompetitif dibandingkan wilayah lain, sehingga memberikan jaminan yang kuat bagi para pengusaha untuk menanam modal di daerah ini, dengan harapan perekonomian dapat tumbuh lebih sehat. Data yang disampaikan menunjukkan bahwa hingga akhir kuartal ketiga tahun 2025, total investasi di Jawa Tengah telah mencapai Rp 57 triliun, dengan kontribusi terbesar dari penanaman modal asing (PMA) sebesar 65%, sedangkan sisanya berasal dari penanaman modal dalam negeri.

Jawa Tengah terus menguatkan komitmennya untuk menjadi tujuan investasi yang menarik dengan menjamin kondisi usaha yang ramah dan tenaga kerja yang berkualitas. Dengan demikian, investor dapat memanfaatkan potensi besar yang dimiliki daerah ini untuk mengembangkan bisnis mereka dengan lebih optimal.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan