Pencurian Sarung oleh Habib Gadungan di Bogor Diduga Akibat Gangguan Jiwa

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Polisi Bogor telah mengungkap kasus yang melibatkan seorang pria bernama Heru, berusia 53 tahun, yang mengaku sebagai habib dan mengambil sarung santri di Desa Ciburuy, Kecamatan Cigombong, Jawa Barat. Pria tersebut ternyata mengalami gangguan kejiwaan, seperti diketahui dari keterangan mantan istrinya yang menyatakan bahwa Heru menderita depresi. Menurut Kapolsek Cijeruk, AKP Didin Komarudin, kondisi ini mungkin disebabkan karena Heru mempelajari ilmu yang belum tuntas.

Didin menjelaskan bahwa para santri tidak melanjutkan kasus ini ke pihak hukum. Setelah sarung direturn, Heru dikembalikan ke keluarga. Didin juga menambahkan bahwa pihak pesantren hanya meminta pengembalian tiga sarung yang dicuri dan meminta Heru untuk tidak mengunjungi pesantren lagi. Polisi kemudian mengembalikan sarung tersebut kepada santri dan memastikan Heru dibawa pulang oleh keluarga.

Kronologi kejadian menunjukkan bahwa Heru awalnya datang ke pesantren dengan mengaku sebagai habib. Peristiwa ini terjadi pada malam Sabtu, 11 Oktober. Heru meminta secara paksa tiga sarung bekas milik santri. Warga kemudian mencurigai identitasnya, dan setelah penyelidikan lebih lanjut, terungkap bahwa Heru tidak memiliki garis keturunan habib. Akhirnya, ia ditemukan di wilayah Caringin dan langsung diampuni. Santri sempat memberikan sarung kepada Heru karena percaya, tetapi setelah menyadari kejanggalan, warga berhasil membuktikan bahwa Heru bukan habib. Habib Usman juga pernah menanyakan silsilah habib kepada Heru, tetapi pria ini tidak bisa menjelaskan garis keturunannya.

Kasus ini mengingatkan kita akan pentingnya kepedulian terhadap kesehatan mental dan kejahatan yang bisa terjadi di masyarakat. Bagaimana kita bisa lebih percaya dan peduli terhadap orang-orang di sekitar kita, especialmente mereka yang mungkin membutuhkan bantuan?

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan