Aset Kripto Anjlok Tak Terhindarkan dengan Turunnya Harga Bitcoin Sebesar 14%

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Aset digital mengalami kerugian terbesar dalam satu hari perdagangan pada Jumat kemarin. Para investor kini mempersiapkan diri menghadapi fluktuasi lebih kuat yang bisa mempengaruhi nilai Bitcoin dan Ether di masa mendatang.

Menurut laporan Reuters pada Selasa, 14 Oktober 2025, pasar kripto mengalami likuidasi senilai lebih dari 19 miliar dolar AS akibat serangan jual panik dan likuiditas yang terbatas. Situasi ini lalu memicu goncangan tajam pada nilai aset kripto secara umum.

Penurunan yang terjadi ini terjadi setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan tarif impor sebesar 100% untuk produk China dan ancaman untuk membatasi ekspor teknologi penting pada akhir pekan.

Para ahli kripto menyatakan ini merupakan penurunan paling drastis dalam rentang waktu 24 jam sepanjang sejarah pasaran kripto. Nilai turunnya lebih dari sembilan kali lipat dibandingkan kerugian pada Februari 2025, dan 19 kali lipat dibandingkan kerugian pada Maret 2020. Turunnya nilai ini juga melampaui kerugian yang dialami saat runtuhnya bursa FTX pada November 2022.

Bitcoin merosot hingga mencapai tingkat terendah 104.782,88 dolar AS pada 10-11 Oktober, turun lebih dari 14 persen dari nilai tertinggi 122.574,46 dolar AS yang direcord pada Jumat. Harga terbaru Bitcoin naik 0,6 persen menjadi 115.718,13 dolar AS. Meskipun demikian, mata uang digital paling populer ini masih mampu meraih rekor tertinggi di atas 126.000 dolar AS pada 6 Oktober.

Sementara itu, Ether, mata uang digital kedua terbesar setelah Bitcoin, mengalami penurunan sebesar 12,2 persen hingga mencapai level terendah 3.436,29 dolar AS pada Jumat. Harga terakhir untuk Ether diperdagangkan di 4.254 dolar AS, naik 2,4 persen pada hari yang sama.

Trump kemudian menarik kakeknya terhadap China di akhir pekan, hal ini membantu perbaikan nilai kripto. Sedang China pada hari Minggu menyangkal tanggung jawab atas kerusuhan tersebut, namun tidak mengambil langkah lebih lanjut untuk mengatasi situasi.

“Volatilitas yang terjadi pada Jumat bukan hanya terjadi pada obligasi jangka pendek, melainkan juga pada jangka panjang. Sentimen yang berkembang menguatkan khawatir tentang penurunan nilai,” kata Sean Dawson, kepala riset di Derive.xyz berbasis di Canberra.

Peningkatan volatilitas dalam aset kripto menandakan ketidakpastian yang lebih besar di pasar global. Investor perlu lebih waspada dalam mengambil keputusan karena keadaan bisa berubah dengan cepat. Sementara itu, stabilitas di luar pasar kripto, seperti kebijakan ekonomi global dan geopolitik, juga memengaruhi tren ini.

Baca Berita dan Informasi Finance lainnya di Finance Page

Tinggalkan Balasan