OJK Soroti Kredit UMKM yang Rendah dan Mendorong Perluasan Akses Keuangan di Daerah

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

OJK memfokuskan perhatian pada kesenjangan antara kemampuan lembaga keuangan dalam menyediakan pembiayaan dan kebutuhan masyarakat, terutama di wilayah-wilayah tertentu. Hal ini dianggap sebagai salah satu halang-rintang utama dalam pertumbuhan ekonomi dan peningkatan penyerapan kredit.

Menurut Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, berdasarkan data hingga Agustus 2025, hanya 19% dari total kredit perbankan dialokasikan kepada UMKM, dengan laju pertumbuhan kredit sebesar 1,35%. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya meningkatkan akses keuangan bagi UMKM dan masyarakat yang masih bergantung pada pinjaman informal dengan bunga tinggi.

Dalam acara Rakornas TPAKD 2025 di Jakarta, Mahendra mengungkapkan kebutuhan untuk memperluas akses keuangan bagi pelaku UMKM. Dia juga berharap program hapus tagihan untuk UMKM di bank milik negara dapat diperpanjang agar pertumbuhan ekonomi tetap berlanjut.

OJK juga merilis Roadmap TPAKD 2026-2030 yang bertujuan memperkuat ekosistem akses keuangan di daerah, khususnya untuk pembiayaan UMKM. Melalui roadmap ini, pelaksanaan program di daerah didukung oleh perencanaan matang, pendanaan yang memadai, dan pemantauan kinerja yang transparan.

Untuk mewujudkannya, OJK mendorong TPAKD untuk mengambil langkah-langkah strategis. Pertama, diperlukan penguatan infrastruktur dan ekosistem keuangan digital, serta perluasan akses keuangan di daerah. Ini bertujuan agar semua lapisan masyarakat dapat menggunakan layanan keuangan yang mudah diakses, aman, dan terjangkau.

Kedua, perlu peningkatan literasi dan inklusi keuangan, diikuti dengan pendalaman sektor keuangan dan penguatan perlindungan konsumen. Ketiga, TPAKD harus menjaga keberlanjutan kegiatannya agar konsisten dan memberikan manfaat nyata bagi perekonomian daerah.

Terakhir, TPAKD juga diperlukan untuk meningkatkan kemampuan anggotanya dalam beradaptasi dengan perubahan ekonomi dan inovasi keuangan.

Dengan langkah-langkah ini, diharapkan inklusi keuangan dapat dikembangkan dengan lebih efektif, serta memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi perekonomian nasional.

Akses keuangan yang lebih luas tidak hanya mendukung pertumbuhan UMKM, tetapi juga mampu menggerakkan perekonomian secara lebih holistik. Kunci suksesnya terletak pada kerjasama yang erat antara berbagai pihak, dari pemerintah hingga masyarakat, untuk memastikan setiap langkah yang diambil benar-benar memberdayakan semua lapisan masyarakat.

Baca Berita dan Informasi Finance lainnya di Finance Page

Tinggalkan Balasan