Di Jakarta, permasalahan terkait pengenaan pajak atas minuman berpemanis dalam kemasan (MBDK) telah menjadi topik hangat sejak 2016, namun hingga saat ini, kebijakan tersebut masih belum terwujud. Pemerintah baru-baru ini mengumumkan kembali penundaan pelaksanaannya hingga tahun 2026.
Meski sudah ada Keputusan Presiden Nomor 4 Tahun 2025 yang mendefinisikan rencana peraturan mengenai MBDK, implementasinya tertunda karena faktor-faktor ekonomi dan daya beli masyarakat yang dianggap masih rendah.
Nida Adzilah Auliani, Project Lead for Food Policy di Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI), memperingatkan bahwa penundaan terus-menerus pengenaan pajak ini akan menimbulkan risiko serius bagi kesehatan masyarakat. Menurutnya, beban pembiayaan negara akibat penyakit tidak menular akan terus meningkat jika kebijakan ini tidak segera dilaksanakan.
Riset CISDI tahun 2024 menunjukkan bahwa pajak sebesar 20% pada MBDK dapat mengurangi konsumsi minuman berpemanis hingga 18%, serta mencegah lebih dari 455 ribu kasus diabetes melitus tipe 2 dan kematian terkait dalam waktu sepuluh tahun ke depan.
Nida menuturkan bahwa berbagai negara telah menerapkan pajak MBDK dengan tarif rata-rata antara 15% hingga 20%. Tarif seperti ini ditetapkan berdasarkan bukti ilmiah dan pembelajaran global. Contohnya, Malaysia yang sebelumnya menetapkan tarif yang terlalu rendah, akhirnya harus merevisi kebijakannya karena hasilnya tidak signifikan.
Kekhawatiran terhadap penurunan pendapatan industri juga sering dijadikan alasan penundaan. Namun, Nida menjelaskan bahwa data internasional menunjukkan justru sebaliknya. Konsumen akan beralih ke air putih atau air mineral dalam kemasan, sehingga pendapatan industri tetap terjaga, hanya saja komposisi produk berubah.
Selain itu, produser juga akan didorong untuk mereformulasi produk mereka dengan mengurangi kadar gula atau berinovasi pada produk sehat.
Sementara itu, CISDI juga mengamati tren produsen yang mengganti gula dengan pemanis buatan nol kalori untuk menghindari pajak. Namun, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tidak merekomendasikan pemanis buatan sebagai alternatif jangka panjang karena masih dapat memengaruhi preferensi rasa manis.
Nida menegaskan bahwa pajak MBDK tidak hanya bertujuan untuk mengurangi konsumsi, tetapi juga mendorong perubahan perilaku masyarakat. Air putih akan menjadi alternatif sehat yang lebih terjangkau, dengan pelajaran bahwa harga kesehatan jauh lebih mahal dibandingkan minuman manis.
Dengan penerapan pajak MBDK, masyarakat akan lebih sadar akan pentingnya mengurangi ketergantungan pada rasa manis. Ini bukan hanya tentang kebijakan ekonomi, tetapi juga tentang keberlanjutan kesehatan bangsa.
Keputusan untuk menerapkan pajak MBDK bukan hanya untuk mendorong perubahan konsumsi, tetapi juga untuk memastikan kesehatan masyarakat dalam jangka panjang. Dengan pendekatan yang tepat, baik industri maupun masyarakat akan merasakan manfaatnya, termasuk pengurangan penyakit kronis dan peningkatan kualitas hidup.
Baca Berita dan Info Kesehatan lainnya di Seputar Kesehatan Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.