Ekspor Produk Pertanian Indonesia ke Pasar China

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Pemerintah Indonesia sedang menjajaki peluang baru untuk ekspor ke China, dengan beberapa komoditas utama menjadi perhatian utama. Di antaranya adalah durian, sarang burung walet, ayam, dan telur ayam. Sudaryono, Wakil Menteri Pertanian, mengungkapkan bahwa produksi durian di Indonesia sangat besar, namun ekspornya ke China sebagian besar melalui negara ketiga. Ia berharap dapat mempercepat akses langsung ke pasar China, dengan dukungan positif yang sudah diterima.

Sarang burung walet juga menjadi komoditas yang diprioritaskan. Meski Indonesia menyumbang sekitar 80% produksi dunia, ekspor langsung ke China masih minim. Sudaryono menekankan pentingnya meningkatkan ekspor langsung ke negara dengan konsumsi terbesar, yang juga melibatkan banyak petani kecil di pedalaman.

Selain itu, sektor perunggasan menjadi salah satu potensi besar. Indonesia sudah swasembada dalam produksi ayam dan unggas, bahkan memiliki surplus. Langsung mengakses pasar China dengan populasi 1,3 miliar jiwa dianggap lebih efisien. Indonesia dan China juga setuju untuk memperkuat kerjasama di bidang perberasan, termasuk transfer teknologi, penelitian, dan pengadaan benih. Sementara itu, pemerintah China meminta jaminan pasokan CPO dari Indonesia untuk menanggapi kebutuhan yang meningkat di tahun mendatang.

Data terbaru menunjukan bahwa ekspor durian Indonesia ke China telah mengalami peningkatan signifikan sejak 2024, dengan nilai ekspor naik hingga 30%. Hal ini disebabkan oleh permintaan yang meningkat dari konsumen China terhadap buah tropis berkualitas tinggi. Selain itu, sarang burung walet juga mengalami tren naik di pasar China, khususnya di kalangan konsumen kelas menengah yang memandangnya sebagai produk kesuburan tradisional.

Studi kasus dari petani durian di Sulawesi menunjukkan bahwa akses langsung ke pasar China dapat menaikkan harga jual hingga 20%. Hal ini tidak hanya meningkatkan pendapatan petani, tetapi juga mendorong investasi lebih dalam budidaya durian. Untuk sektor perunggasan, kerjasama teknologi dengan China diharapkan dapat meningkatkan produktivitas ayam potong hingga 15% dalam waktu lima tahun.

Dengan peluang ekspor yang lebar dan kerjasama yang kuat dengan China, Indonesia berpotensi menjadi pemasok utama berbagai komoditas pertanian. Ini bukan hanya untuk meningkatkan pendapatan petani, tetapi juga untuk mengukuhkan posisi Indonesia di pasar global. Investasi dalam teknologi dan penelitian akan menjadi kunci sukses dalam memenuhi permintaan yang terus bertumbuh.

Baca Berita dan Informasi Finance lainnya di Finance Page

Tinggalkan Balasan