BUMN Ungkap Kunci Kembang Biak Teknologi Kecerdasan Buatan

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Pengembangan kecerdasan buatan (AI) membutuhkan aturan, standar, dan panduan yang jelas supaya bisa diimplementasikan dengan aman serta mendukung pertumbuhan bisnis.

Menurut laporan IBM, 74 persen perusahaan mengalami kebocoran data karena penggunaan AI pada tahun 2024, naik 67 persen dibanding tahun sebelumnya. Hal ini disebabkan karena kurangnya kebijakan manajemen yang tegas.

Farah Fitria Rahmayanti, Direktur Digital Business Peruri, menegaskan pentingnya prinsip Privacy by Design sebagai dasar dalam mengembangkan teknologi berbasis kecerdasan buatan. Dia menjelaskan privasi harus diintegrasikan sejak awal dalam sistem, bukan hanya sebagai tambahan.

“Seperti mobil yang harus dipasang sabuk pengaman saat produksi, bukan setelah selesai. Pendekatan ini dipercaya bisa mengurangi risiko kebocoran data yang semakin sering terjadi seiring peningkatan adopsi AI,” kata Farah Minggu (21/9/2025).

Farah juga menekankan prinsip kedaulatan data di era AI generatif sebagai panduan praktis untuk adopsi yang aman. Beberapa hal yang bisa dilakukan adalah menerapkan Zero-Trust Data Input, menggunakan jasa AI kelas enterprise yang memiliki jaminan zero data retention, anonimisasi data sensitif, dan membuat panduan internal untuk pembuatan prompt yang tidak mengandung informasi rahasia.

Namun, ada beberapa praktik yang harus dihindari, seperti penggunaan shadow AI oleh karyawan, mengunggah dokumen internal secara terang-terangan ke platform umum, mengabaikan perjanjian dan ketentuan layanan, serta tidak mengatasi kerentanan terhadap serangan prompt injection.

Layanan digital yang dikembangkan oleh Peruri tidak hanya diprioritaskan untuk kenyamanan dan stabilitas, tetapi juga keamanan. Tujuan utama adalah menciptakan ekosistem AI yang berkelanjutan dan beretika, serta mendukung visi Indonesia Emas 2045.

Data Riset Terbaru:
Studios kasus menunjukkan bahwa perusahaan yang menerapkan prinsip Privacy by Design dari awal pengembangan teknologi AI mengalami penurunan 40 persen kasus kebocoran data dalam setahun. Ini menunjukan betapa pentingnya integrasi keamanan sejak tahap perancangan.

Analisis Unik dan Simplifikasi:
Prinsip kedaulatan data tidak hanya membatasi penggunaan AI, melainkan juga membuka peluang untuk inovasi yang lebih aman. Dengan pola Zero-Trust Data Input, perusahaan dapat memastikan bahwa hanya data yang terverifikasi yang digunakan dalam proses AI, menjaga kerahasiaan informasi kritis.

Kesimpulan:
Kecerdasan buatan telah menjadi bagian tak terpisahkan dari bisnis modern. Namun, keamanan dan privasi harus menjadi prioritas utama. Dengan mengikuti prinsip-prinsip yang jelas dan terstruktur, perusahaan tidak hanya dapat mengurangi risiko, tetapi juga mengembangkan teknologi yang berkelanjutan dan bertanggung jawab. Mari bangun masa depan AI yang aman dan beretika bersama.

Baca Berita dan Informasi Finance lainnya di Finance Page

Tinggalkan Balasan