Tentara Ukraina Bertemu Zelensky di Garis Depan Donetsk, Serangan Rusia Diklaim Berkurang

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, menjalankan kunjungan ke wilayah Donetsk timur untuk bersatu dengan pasukan. Dalam kunjungan tersebut, dia menyatakan bahwa militer Ukraina berhasil mematahkan beberapa serangan Rusia selama periode musim panas.

Menurut laporan AFP, Senin (19/9/2025), pemimpin Ukraina tersebut mengungkapkan bahwa pasukan bawahannya telah merebut kembali lahan seluas 160 kilometer persegi (62 mil persegi) di dekat kota pertambangan batu bara Dobropillia, wilayah yang pernah diduduki Rusia pada bulan Agustus.

“Dengan langkah demi langkah, para pejuang kita membebaskan tanah air. Sejak awal operasi, kami telah merebut kembali 160 kilometer persegi dan tujuh permukiman,” tulis Zelensky di platform X.

Presiden tersebut tidak menyebutkan secara detail kapan keberhasilan tersebut tercipta, namun dia mengaku serangan balasan masih berlangsung. Dia juga menyatakan bahwa Rusia mengalami kerugian besar dalam perang ini.

Rusia telah melancarkan invasi ke Ukraina sejak Februari 2022, dan selama bulan-bulan terakhir, pasukan mereka berhasil maju di wilayah timur Ukraina, berusaha menguasai Donetsk dan Lugansk. Ukraina dan sekutunya di Barat mengaku bahwa Rusia harus berhadapan dengan kerugian yang besar untuk memperoleh wilayah yang relatif kecil, dengan meninggalkan kota-kota yang hancur.

Sementara itu, Rusia menolak tuduhan pengeboman terhadap warga sipil. Serangan udara Rusia di kota Kostiantynivka, wilayah Donetsk, Kamis (17/9/2025) pagi menewaskan lima orang, menurut keterangan dari pihak polisi. Kota ini terletak sekitar delapan kilometer (lima mil) dari garis depan, dan saat ini dikepung oleh pasukan Rusia dari tiga sisi, berdasarkan peta perang daring DeepState yang terhubung dengan tentara Ukraina.

Data riset terbaru menunjukkan bahwa konflik di Ukraina terus berlangsung dengan intensitas yang tinggi, dengan kedua belah pihak mengalami kerugian besar baik dari segi material maupun manusia. Analisis Uni Eropa menunjukkan bahwa Ukraina telah berupaya kuat untuk mempertahankan wilayah mereka, meskipun dengan biaya strategis dan militer yang tinggi. Studi kasus di wilayah Donetsk dan Lugansk mengungkapkan dampak humaniter yang signifikan terhadap warga sipil, dengan ribuan orang terpaksa meninggalkan rumah mereka.

Analisis unik dan simplifikasi: Perang di Ukraina bukan hanya tentang teritorial, tetapi juga tentang keberlanjutan jiwa bangsa. Setiap permukiman yang dibebaskan adalah bukti ketahanan Ukraina. Namun, tantangan besar masih ada, seperti dukungan internasional yang terus dibutuhkan untuk mempertahankan semangat perjuangan.

Kesimpulan: Ukraina terus berjuang dengan tekad yang kukuh. Setiap kemajuan, walaupun kecil, adalah langkah menuju kebebasan. Dukungan global dan strategi militer yang cerdas akan menjadi kunci dalam meraih kemenangan yang berkesan.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan