Pasar tradisional tetap menjadi salah satu tempat penting untuk berdagang bagi masyarakat sekitar. Sayangnya, tidak sedikit pasar di Jakarta yang kini tampak terlantar dan tidak terawat dengan baik. Salah satunya adalah Pasar Lontar Kebon Melati di Tanah Abang, Jakarta Pusat, yang belum pulih sejak kebakaran besar pada Agustus 2023. Saat ini, area pasar ini telah beralih fungsi menjadi tempat tinggal bagi warga kurang mampu.
Waluyo, salah satu pedagang di Pasar Lontar Kebon Melati, mengungkapkan bahwa hanya tujuh pedagang sembako yang masih beroperasi di bagian barat pasar. Sedangkan tempat-tempat lain telah dihuni oleh berbagai kalangan, termasuk penjual makanan, pedagang perabot, pengamen, dan buruh harian. Satu area yang rusak akibat kebakaran pun telah berubah menjadi tempat kontrakan murah.
Waluyo, yang berjualan di pasar ini sejak 1983, menceritakan bahwa awalnya tempat ini bernama Pasar Inpres Kebon Melati. Kemudian, sekitar tahun 1985, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengambil alih dan membangun bangunan dengan warna kuning yang kini sudah sangat lapuk. Dua blok lain di sampingnya belum dikembangkan Pemprov, sehingga pedagang mengelola sendiri pembangunan kios.
Kondisi sempit dan kurangnya pelanggan sejak 2019 mengalami penurunan yang lebih paru ketika pandemi Covid-19 mewabah. Hal ini mendorong beberapa pedagang untuk menyewakan kios mereka sebagai tempat tinggal untuk mendapatkan pendapatan tambahan. Waluyo menjelaskan bahwa sewa kios berkisar Rp 300.000 hingga Rp 400.000 per bulan, harga yang sangat terjangkau bagi buruh harian dan pedagang kaki lima.
Melalui pengamatan, lorong antar kios terlihat sempit dan gelap akibat pembagian ruangan menjadi tempat tinggal. Dinding kayu menjadi pembatas antara ruangan-rumah sederhana yang berisi barang-barang dasar seperti tikar dan kipas angin. Di sekitarnya, terlihat aktivitas sehari-hari warga, seperti memasak atau mencuci pakaian.
Sementara itu, dua blok lainnya masih digunakan untuk kegiatan berjualan, dengan sebagian besar kios tetap beroperasi. Faris, pedagang kelapa parut, menjelaskan bahwa area tersebut masih khusus untuk berdagang, bukan tempat tinggal. Di luar pasar, beberapa ruko tingkat juga dijadikan tempat tinggal warga, meskipun sebagian telah beralih menjadi tempat dagang.
Kondisi Pasar Lontar Kebon Melati saat ini menjadi gambaran bagi kegagalan manajemen pasar tradisional di kota besar. Permasalahan ini menunjukkan kebutuhan adanya perbaikan infrastruktur dan peraturan yang lebih ketat untuk memastikan pasar tetap berfungsi sebagai pusat ekonomi masyarakat.
Baca Berita dan Informasi Finance lainnya di Finance Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.