Kapasitas Pembangkit Tenaga Panas Bumi di Indonesia Mencapai 2,7 Gigawatt

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan bahwa saat ini, total kapasitas terpasang pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) di Indonesia telah mencapai 2,7 gigawatt (GW). Dengan angka ini, Indonesia berdiri sebagai negara dengan pemanfaatan panas bumi yang terbesar kedua di dunia.

Eniya Listiani Dewi, Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, menjelaskan bahwa Amerika Serikat masih memegang posisi pertama dengan kapasitas terpasang melebihi 3 GW. “Indonesia berada di peringkat kedua karena memiliki potensi dan pemanfaatan yang sangat besar dalam menyuplai listrik. Kita hanya sedikit kalah dengan Amerika Serikat, yang saat ini memiliki instalasi sebesar 3,6 GW, sedangkan kita memiliki 2,7 GW,” ujarnya saat menghadiri The 11th Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2025 di Jakarta, Rabu (17/9/2025).

Eniya juga memaparkan harapan bahwa dalam waktu lima tahun ke depan, terdapat harapan untuk menambahkan satu gigawatt Kapasitas terpasang PLTP di Indonesia mengalami peningkatan setiap tahunnya. Pada tahun 2024, kapasitas terpasang hanya mencapai 2,6 GW. Peningkatan ini terjadi karena adanya pembangunan PLTP Ijen dengan tambahan 34 MW, PLTP Salak Binary dengan tambahan 16 MW, dan PLTP Lumut Balai II.

Dalam acara yang sama, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa Presiden Prabowo direncanakan akan meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lumut Balai Unit II, Sumatera Selatan, pada bulan ini. Proyek ini memiliki kapasitas sebesar 55 megawatt (MW). “InsyaAllah, Presiden akan melakukan peresmian langsung di lokasi. Saya sudah meminta waktu, tetapi kemarin masih padat. Kita tunggu, jika tidak di akhir bulan ini, paling lambat bulan depan, Presiden akan datang untuk meresmikannya, karena ini berkapasitas 55 Megawatt,” kata Bahlil ketika merespon laporan langsung dari petugas di lokasi melalui virtual meeting.

Menurut laporan petugas, PLTP Lumut Balai Unit II telah mencapai commercial operation date (COD) pada 30 Juni 2025. Hingga saat ini, pembangkit ini telah mencapai produksi listrik di atas 100% kapasitas, yaitu mencapai 56 MW. Pembangkit ini juga memberikan kontribusi yang signifikan dalam mendukung target net zero emission pemerintah. Pasalnya, pasokan listrik dari PLTP Lumut Balai Unit II telah dialirkan ke puluhan ribu rumah tangga serta berhasil mereduksi emisi karbon hingga 280 ribu ton CO2 per tahun. “PLTP ini juga memberikan dampak positif terhadap program net zero emission karena dapat menyuplai listrik ke rumah warga dan mengurangi emisi sebesar 280 ton CO2 per tahun,” pungkas petugas dalam laporan kepada Bahlil.

Kontribusi PLTP Lumut Balai Unit II tidak hanya terbatas pada peningkatan kapasitas produksi listrik, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap lingkungan dengan mengurangi emisi karbon. Hal ini menjadi bukti bahwa pemanfaatan energi panas bumi bukan hanya menyediakan energi bersih, tetapi juga memberikan solusi untuk mengatasi masalah perubahan iklim. Dengan dukungan terus-menerus dari pemerintah dan teknologi yang terus berkembang, Indonesia memiliki potensi untuk menjadi pemimpin dalam penggunaan energi panas bumi di tingkat global.

Baca Berita dan Informasi Finance lainnya di Finance Page

Tinggalkan Balasan