Demonstrasi Pengemudi Ojol di Depan Gedung DPR Membutuhkan Diskon Aplikasi 10%

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Di ibu kota, Jakarta, sejumlah pengemudi ojek online yang bergabung dalam Gabungan Aksi Roda Dua Indonesia (Garda Indonesia) menggelar unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR RI pada hari Rabu, tanggal 17 September 2025. Beberapa perwakilan massa aktif berorasi untuk menyampaikan aspirasi mereka kepada pihak berwajib.

Menurut observasi Thecuy.com di tempat kejadian, hingga pukul 15.00 WIB, aksi demonstrasi masih berlanjut meskipun jumlah peserta terlihat kecil, kurang dari seratus orang. Mayoritas demonstran berkumpul di sekitar mobil komando berwarna putih, sementara sisanya tersebar di sepanjang Jalan Gatot Subroto, mendengarkan ucapan dari jarak jauh.

Ketua Garda Indonesia, Raden Igun Wicaksono, menegaskan bahwa sekitar 200 peserta hadir pada hari itu. Namun, jumlah ini jauh berbeda dengan yang terlihat oleh Thecuy.com di lokasi. Total demonstran juga jauh lebih sedikit dibanding target awal, yaitu 2.000 orang. “Kami berangkat dari markas dengan sekitar 200 anggota, namun banyak yang terlambat karena hujan deras. Target kami adalah 2.000 peserta, tetapi cuaca buruk menghambat beberapa sahabat kami untuk tiba di lokasi,” jelas Igun kepada wartawan di depan Gedung DPR/MPR RI.

Para pengemudi ojek online berharap dapat bertemu dengan anggota DPR untuk menyampaikan permintaan mereka secara langsung. “Kami berharap adanya perwakilan dari DPR RI yang dapat bertemu dengan kami atau menerima perwakilan kami. Ini tidak hanya tentang ojek online di Jabodetabek, tetapi juga kurir online dari berbagai daerah yang belum mendapatkan perhatian pemerintah,” kata Igun. Dia juga menyebutkan bahwa peserta demonstrasi berasal dari berbagai wilayah, termasuk Jambi, Jawa Timur, Jawa Barat, hingga Papua.

Dalam aksi ini, Garda Indonesia mengajukan tujuh permintaan utama, yaitu:

  1. RUU Transportasi Online segera dimasukkan dalam Prolegnas.
  2. Potongan aplikator sebesar 10% tidak boleh lagi ditawar.
  3. Peraturan tarif pengiriman barang dan makanan diatur.
  4. Melakukan audit investigatif terhadap potongan 5% hak pengemudi yang diambil aplikator.
  5. Menghapus semua program aplikator yang merugikan pengemudi, seperti aceng, slot, multiorder, dan member berbayar.
  6. Mengganti Menteri Perhubungan dengan pejabat yang pro rakyat.
  7. Kapolri menyelidiki tuntas tragedi 28 Agustus 2025 yang menyebabkan dua korban jiwa, Affan Kurniawan (21) di Jakarta dan Rusdamdiyansah (26) di Makassar.

Aksi ini menunjukkan betapa pentingnya pengemudi ojek online untuk mendapatkan perhatian dari pemerintah dalam mengatur industri transportasi dan pengiriman yang semakin berkembang. Mereka tidak hanya meminta perlindungan hukum, tetapi juga keterlibatan langsung dari pejabat untuk memastikan keadilan dan kemajuan bagi para pengemudi. Dengan demikian, unjuk rasa ini bukan hanya tentang tindakan saat ini, tetapi juga upaya jangka panjang untuk mendapatkan perbaikan yang berkelanjutan dalam sektor transportasi online.

Meskipun jumlah peserta demonstrasi tidak mencapai target, semangat dan aspirasi yang dibawa oleh para pengemudi ojek online tetap kuat. Mereka memohon perhatian pemerintah untuk mendengarkan aspirasi mereka dan mengambil tindakan yang tepat. Hanya dengan kerjasama dan perhatian yang sepenuhnya, masalah-masalah dalam industri ini dapat diatasi, dan pengemudi ojek online dapat bekerja dengan sistem yang adil dan layak.

Baca Berita dan Informasi Finance lainnya di Finance Page

Tinggalkan Balasan