Skizofrenia menjadi penyakit jiwa paling umum di Indonesia, ini penyebabnya

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Skizofrenia kini menjadi gangguan kesehatan mental yang paling banyak发生 di Indonesia, terlihat dari data klaim BPJS pada periode 2020-2024. Penyakit ini secara serius memengaruhi kognisi seseorang, membuatnya sulit membedakan antara pikiran dan realitas. Menurut dr. Arif Zainudin, Direktur Utama Rumah Sakit Jiwa Daerah Surakarta, skizofrenia merupakan gangguan jiwa kronis yang memerlukan pengobatan dan pengawasan jangka panjang.

Penyakit ini tidak hanya mempengaruhi pikiran, tetapi juga berpotensi mengganggu fungsi neurotrasmitter seperti dopamin. Dalam acara media yang digelar di Surakarta, dr. Wahyu Nur Ambarwati, SpKJ menjelaskan bahwa obat antipsikotik merupakan salah satu solusi untuk mengontrol gejala skizofrenia. Namun, keberadaan stigma sosial terhadap gangguan jiwa justru memperparah kondisi pasien. Banyak orang yang baru mencari bantuan ketika gejala sudah parah, seperti halusinasi, sementara intervensi awal saat seseorang mulai mengalami stres atau gangguan fungsi dapat mencegah penyakit ini berlanjut.

Masyarakat dianjurkan untuk lebih memahami dan menghilangkan stigma terkait kesehatan mental. Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sudah menyediakan akses layanan psikiatri yang luas, sehingga tidak ada alasan untuk menunda pengobatan. Dengan pengobatan yang tepat dan dukungan dari lingkungan, gejala skizofrenia dapat dikontrol dan kualitas hidup pasien dapat ditingkatkan.

Data dari BPJS Kesehatan menunjukkan bahwa biaya pengobatan gangguan mental di Indonesia terus meningkat. Pada tahun 2020-2024, total biaya klaim mencapai Rp 6,7 triliun. Skizofrenia sendiri mencatat 7.499.226 klaim kasus, dengan total pasien yang diperlakukan sebanyak 473.144 jiwa. Biaya pengobatan skizofrenia saja mencapai hampir Rp 3,5 triliun dalam kurun waktu yang sama. Angka ini menunjukkan betapa pentingnya upaya pencegahan dan pengobatan awal untuk mengurangi beban biaya kesehatan.

Skizofrenia bukan hanya masalah individual, tetapi juga isu kesehatan publik yang memerlukan perhatian serius. Dengan peningkatan kesadaran masyarakat dan dukungan sistem kesehatan, kita bisa membendung penyakit ini sebelum menjadinya krisis yang lebih besar. Setiap orang berperan dalam mempromosikan kesadaran mentale dan menghilangkan stigma yang masih melekat pada gangguan jiwa.

Baca Berita dan Info Kesehatan lainnya di Seputar Kesehatan Page

Tinggalkan Balasan