Serangan brutal geng bersenjata di Haiti mengakibatkan korban jiwa yang signifikan. Mayat korban tersebar di semak-semak dan menjadi mangsa anjing liar. Berdasarkan laporan AFP, insiden ini terjadi pada 11 dan 12 September 2025 di wilayah utara Port-au-Prince, ibu kota Haiti. Kejadian ini merupakan pembunuhan massal yang tak terhindarkan di negara yang sedang mengalami krisis parah.
RNDDH melaporkan pada Senin (15/9/2025 waktu setempat) bahwa masih ada korban yang belum ditemukan. Situasi semakin memprihatinkan karena mayat-mayat belum dievakuasi. RNDDH juga menyatakan, hingga 14 September 2025, banyak korban yang belum ditemukan, sementara jasad mereka masih terserap di lingkungan semak-semak dan dimakan anjing.
Haiti, negara dengan kondisi perekonomian yang paling rendah di wilayah Amerika, kini dilanda kekerasan yang terus meningkat. Kebanyakan wilayah di negara ini, termasuk ibu kota, sekarang dikendalikan oleh kelompok geng bersenjata. Kondisi semakin buruk sejak awal 2024 ketika sebuah koalisi geng melancarkan serangan besar-besaran. Hal ini menyebabkan pengunduran diri dari Perdana Menteri Ariel Henry dan pemindahan kekuasaan ke dewan transisi presidensial.
Ariel Henry mengundurkan diri setelah dewan transisi baru, yang terdiri dari sembilan anggota, ditunjuk untuk memulihkan ketertiban. Tugas pertama dewan adalah menunjuk perdana menteri baru. Haiti saat ini tidak memiliki parlemen yang berfungsi dan tidak memiliki presiden sejak pembunuhan Jovenel Moïse pada tahun 2021. Pemilu terakhir diadakan pada tahun 2016. Dewan transisi baru ini dijadwalkan memimpin hingga pemilu baru pada 6 Februari 2026.
Kekerasan di Haiti semakin meluas, dengan pengerahan pasukan multinasional dipimpin Kenya gagal meredam situasi. Menurut RNDDH, koalisi geng ‘Viv Ansanm’, yang menguasai kota Cabaret sejak Maret 2024, melakukan pembantaian yang kejam terhadap warga sipil di Laboderie, sekitar 25 kilometer (15,5 mil) utara Port-au-Prince. Koalisi ini membunuh lebih dari 50 orang dan membakar puluhan rumah. Beberapa korban selamat berhasil melarikan diri ke daerah tetangga, sementara yang lain mencoba menutupinya dengan perahu untuk menghindari serangan.
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres memperingatkan bulan lalu bahwa otoritas negara sedang runtuh di Haiti. Dia juga mengingatkan Dewan Keamanan PBB bahwa kekerasan telah menyebar ke luar ibu kota, tempat geng-geng menguasai lebih dari 90 persen wilayah. Pada Minggu lalu, Guterres mengutuk serangan di kawasan Cabaret dan menyerukan negara-negara untuk mempercepat upaya penguatan misi Dukungan Keamanan Multinasional dengan logistik, personel, dan pendanaan. Menurut Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, setidaknya 3.141 orang tewas di Haiti pada paruh pertama tahun ini.
Lebih dari 40.000 orang telah meninggalkan rumah mereka di kawasan Port-au-Prince hanya dalam waktu 10 hari pada akhir 2024. Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) PBB menggambarkan gelombang pengungsian ini sebagai yang terburuk dalam dua tahun terakhir di negara tersebut. IOM melaporkan bahwa 40.965 orang di Port-au-Prince mengungsi antara 11 hingga 20 November 2024, dengan beberapa yang pernah mengungsi lebih dari sekali.
Kepala IOM di Haiti, Gregoire Goodstein, menyatakan bahwa skala pengungsian ini belum pernah terjadi sejak krisis kemanusiaan dimulai pada tahun 2022. Secara keseluruhan, lebih dari 700.000 orang telah mengungsi karena kekerasan geng kriminal bersenjata di Haiti. Goodstein juga menyatakan bahwa krisis ini bukan hanya tantangan kemanusiaan, tetapi juga ujian atas tanggung jawab bersama.
Situasi di Haiti memang memprihatinkan. Krisis kemanusiaan ini tidak hanya menghancurkan nyawa dan properti, tetapi juga merobohkan sistem pemerintahan yang sudah berjalan. Kita semua perlu berpartisipasi untuk menolong korban dan membantu memulihkan stabilitas di negara ini.
Baca juga Berita lainnya di News Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.