Polisi Penangkap Pelempar Batu ke Masjid di Bogor Diserahkan ke Keluarga

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Pihak berwenang telah menahan seorang pria berinisial MI (24) yang teridentifikasi sebagai pelaku peluncuran batu pada masjid yang terletak di Jl. Paledang, Bogor Tengah, Kota Bogor. Hasil investigasi menunjukkan bahwa pelaku diduga mengalami gangguan jiwa atau gangguan perkembangan jiwa.

“Setelah kami tangkap dan kami selidiki, ternyata pelaku mengalami masalah kesehatan jiwa dan sedang dalam perawatan medis,” ungkap Kapolsek Bogor Tengah, Kompol Waluyo, Selasa (16/9/2025).

Waluyo menegaskan tidak ada unsur pertikaian yang menjadi penyebab aksi merusak masjid tersebut. Menurutnya, pihak keluarga telah menyediakan bukti yang menunjukkan MI mengalami gangguan jiwa sejak usia sekitar 23 tahun dan sedang dalam proses pengobatan.

“Alhamdulillah, tidak ada tanda-tanda konflik sama sekali. Kasus ini terkait dengan kondisi kesehatan jiwa pelaku yang sudah berlangsung sejak umur sekitar 23 tahun dan saat ini masih dalam perawatan,” tambah Waluyo.

Pihak polisi akan menyerahkan pelaku kepada keluarga dengan menyertakan dokumen medis dari rumah sakit serta bukti obat-obatannya sebagai bagian dari proses perawatan yang masih berlangsung.

Video yang melonjak viral menunjukkan masjid tersebut mengalami kerusakan akibat peluncuran batu secara berulang oleh seorang pria tidak dikenal. Waluyo mengonfirmasi pelaku adalah orang yang sama dan mengaku mengalami halusinasi saat melakukan aksi tersebut.

“Yang bersangkutan mengaku berada dalam keadaan bawah sadar, seperti ada sesuatu yang mengendalikan diri beliau, sehingga mengalami halusinasi,” terang Waluyo.

Dalam perkembangannya, video yang membuktikan kerusakan pada masjid akibat peluncuran batu telah menjadi sorotan. Polisi segera menangani laporan dari DKM dan berhasil menahan tersangka berinisial IM (24) pada Senin (15/9/2025) sore.

“Kami menerima laporan mengenai insiden pelemparan batu di samping ruang khutbah yang menyebabkan pecah kaca dan segera mengambil tindakan. Terima kasih sudah berkat dukungan yang kita amankan pelaku,” ujar Kompol Waluyo.

Dari kasus ini, pentingnya pemahaman masyarakat akan gangguan jiwa semakin terlihat. Masyarakat juga diharapkan lebih peka terhadap tanda-tanda gejala gangguan mental dan dapat memberikan bantuan yang tepat. Kejadian seperti ini mengingatkan kita untuk lebih sensitif dalam mendekati orang dengan masalah kesehatan jiwa, karena penanganan yang tepat dapat mencegah insiden lebih paru.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan