Palestina Menyatakan Dukungan atas Resolusi PBB untuk Mengakhiri Pendudukan

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Wakil Presiden Palestina, Hussein al-Sheikh, mengekspresikan dukungan atas resolusi yang disetujui oleh sebagian besar anggota Majelis Umum PBB yang mengajukan pembentukan negara Palestina tanpa terlibatnya Hamas. Dalam pemungutan suara yang diadakan di New York, Jumat (12/9), resolusi yang dikenal dengan nama “Deklarasi New York” dan diajukan oleh Prancis dan Arab Saudi, mendapatkan dukungan dari 142 negara. Sementara 10 negara, termasuk Israel dan Amerika Serikat, menolaknya, dan 12 negara memilih abstain.

“Saya menghargai adopsi resolusi oleh Majelis Umum PBB mengenai pelaksanaan solusi dua negara dan pembentukan Palestina yang merdeka,” ujar Al-Sheikh melalui media sosial X, seperti dilansir AFP, Sabtu (13/9/2025).

Resolusi tersebut menegaskan dukungan global untuk hak-hak rakyat Palestina dan dianggap sebagai langkah penting dalam upaya mengakhiri pendudukan serta merealisasikan negara Palestina yang merdeka berdasarkan batas-batas tahun 1967, dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya.

Dokumen yang secara resmi bernama “Deklarasi New York tentang Penyelesaian Damai Masalah Palestina dan Implementasi Solusi Dua Negara” berupaya merevitalisasi solusi dua negara antara Israel dan Palestina, tanpa melibatkan Hamas. Deklarasi ini juga menyebutkan bahwa Hamas harus membebaskan semua sandera dan mengutuk serangan Hamas terhadap warga sipil pada 7 Oktober 2023. Selain itu, deklarasi tersebut juga memilih tindakan kolektif untuk menghentikan perang di Gaza guna mencapai penyelesaian konflik yang adil, damai, dan berkelanjutan berdasarkan solusi dua negara.

Dalam konteks pengrimanan perang di Gaza, deklarasi tersebut menekankan bahwa Hamas harus menghentikan kekuasaannya di Gaza dan menyerahkan senjatanya kepada Otoritas Palestina, dengan dukungan internasional, sesuai dengan tujuan Negara Palestina yang berdaulat.

Selain itu, deklarasi juga membahas pengerahan misi stabilisasi internasional sementara di wilayah yang terdampak, yang akan bekerja di bawah mandat Dewan Keamanan PBB. Misi ini bertujuan mendukung penduduk sipil Palestina dan memfasilitasi tanggung jawab keamanan Otoritas Palestina. Deklarasi New York telah disetujui oleh Liga Arab dan telah ditandatangani oleh 17 negara anggota PBB, termasuk beberapa negara Arab.

Persetujuan atas Deklarasi New York ini terjadi sebelum pertemuan puncak PBB yang akan diadakan pada 22 September mendatang di New York, yang akan dipimpin bersama oleh Riyadh dan Paris. Presiden Prancis, Emmanuel Macron, telah berkomitmen untuk secara resmi mengakui negara Palestina. Selain Prancis, beberapa negara Barat lainnya, seperti Inggris, Kanada, dan Australia, juga akan memberikan pengakuan serupa.

Sementara itu, Palestina menantikan dukungan global untuk mewujudkan negara yang berdaulat, di mana setiap langkah diplomasi menjadi harapan baru bagi rakyat Palestina yang sudah lama menanti kemerdekaan. Resolusi ini menjadi tanda bahwa dunia masih percaya pada solusi damai yang adil, meskipun tantangan masih ada di depan.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan