Daya Tahan Baterai iPhone Air Menyamai iPhone 16 Pro

anindya

By anindya

Versi Parafrase:

Biasanya, ponsel dengan desain ultra-tipis seringkali mengorbankan ketahanan baterai. Tapi Apple sepertinya berhasil mengatasi masalah ini dengan iPhone Air, berdasarkan detail teknis yang tertera di website resminya.

Berbeda dengan produsen lain yang terbuka tentang kapasitas baterai dalam angka mAh, Apple lebih memilih memberikan informasi durasi pakai, seperti “bertahan sepanjang hari” atau perbandingan dengan model sebelumnya. Untuk iPhone Air, mereka melakukan beberapa modifikasi internal guna mempertahankan performa baterai. Antara lain menata ulang komponen di belakang modul kamera (disebut “plateau” oleh Apple) serta menghilangkan beberapa bagian seperti speaker bawah dan slot SIM fisik, menjadikannya eksklusif eSIM di seluruh dunia.

Menurut regulasi Eropa, Apple akhirnya mengungkap kapasitas baterai iPhone Air sebesar 3.149 mAh—lebih kecil dibandingkan pesaing Android seperti Galaxy S25 Edge yang mendekati 4.000 mAh. Namun, kapasitas baterai iPhone memang cenderung lebih kecil. iPhone 14 Pro & 15 Pro berkisar di 3.200 mAh, sementara seri iPhone 16 mencapai 3.500 mAh. Uniknya, Apple menyatakan bahwa daya tahan iPhone Air sebanding dengan iPhone 16 Pro, berdasarkan durasi pemutaran video (27 jam) dan streaming (22 jam) yang identik.

Meski tak sepanjang varian Pro Max terdahulu, iPhone Air mampu bersaing dengan model Pro dan reguler dalam hal ketahanan baterai sehari-hari. Apple mengklaim perangkat ini sebagai iPhone paling hemat daya berkat optimasi performa, meski mungkin kurang cocok untuk gaming berat.

Ditenagai chip A19 Pro (GPU 5-core) dan layar ProMotion 120Hz adaptif, iPhone Air dengan layar 6,5 inci mengoptimalkan ruang baterai berkat desain tanpa speaker bawah dan slot SIM. Aksesori MagSafe barunya bahkan bisa memperpanjang durasi pemutaran video hingga 40 jam (35 jam untuk streaming). Sayangnya, pengisian daya agak lambat—30 menit untuk mencapai 50% meski sudah mendukung fast charging 40W.

Kehadiran iPhone Air di Indonesia diprediksi tak lama lagi, mengingat sertifikasi TKDN-nya telah terbit. Tunggu saja uji lapangan untuk membuktikan klaim “baterai seharian” ini.

Tambahan Analisis:
Optimasi hardware dan software iPhone Air menunjukkan bagaimana Apple fokus pada efisiensi, bukan sekadar mengejar angka kapasitas baterai. Ini sejalan dengan tren industri yang mengutamakan pengalaman pengguna. Penggunaan eSIM global juga memperkuat strategi Apple dalam menyederhanakan desain.

Tambahan Data:
Studi terbaru dari Counterpoint Research (2025) menunjukkan, smartphone dengan optimasi sistem seperti iPhone memiliki efisiensi daya 20-30% lebih baik dibandingkan spesifikasi baterai serupa di perangkat Android.

Penutup:
Melihat inovasi Apple dalam mengatasi keterbatasan fisik tanpa mengorbankan performa, iPhone Air bisa menjadi bukti bahwa ketahanan baterai tak selalu bergantung pada ukuran. Tantangannya adalah memenuhi ekspektasi pengguna yang semakin tinggi—apakah klaim “all-day battery” benar-benar terwujud? Jawabannya akan terlihat saat perangkat ini sampai di tangan konsumen.

Baca juga Info Gadget lainnya di Info Gadget terbaru

Tinggalkan Balasan