Israel Serang Qatar, Ketua BKSAP DPR Desak OKI Amankan Stabilitas

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Mardani Ali Sera, Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI, mengutuk serangan Israel terhadap Doha, Qatar, yang menimbulkan 6 korban jiwa. Dia menegaskan tindakan tersebut melanggar prinsip hukum internasional dan kedaulatan negara.

Mardani juga menyatakan duka mendalam atas korban tewas akibat serangan tersebut. Dia mengingatkan bahwa konflik bersenjata selalu menyebabkan kerugian manusia yang parah. “Kematian enam orang dalam serangan ini adalah peringatan bahwa perang selalu meninggalkan luka dalam bagi manusia,” ujarnya kepada wartawan, Jumat (12/9/2025).

Ia juga meminta Israel untuk menghormati prinsip kemanusiaan dan mendorong semua pihak untuk memfokuskan diri pada jalur diplomasi. “Indonesia melalui BKSAP mendorong semua pihak untuk menghormati hak asasi manusia dan mengembangkan komunikasi damai,” katanya.

Mardani juga mengajak komunitas internasional, termasuk ASEAN dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), untuk menanggapi aksi agresif tersebut secara kolektif. “Kita harus mengecam agresi dan mendorong penerapan hukum internasional,” katanya.

Di sisi lain, Israel mengaku serangan tersebut ditujukan kepada para pemimpin senior Hamas yang berada di Doha. Menurut militer Israel, mereka bertanggung jawab atas operasi militan dan serangan besar-besaran pada 7 Oktober 2023. “Angkatan Bersenjata dan Badan Keamanan Israel telah menargetkan dengan tepat pemimpin Hamas yang terlibat dalam kegiatan teroris,” kata sumber militer Israel, dilansir AFP, Selasa (9/9).

Sebaliknya, Hamas mengaku enam orang tewas akibat serangan Israel di Doha, termasuk anak dari negosiator utama mereka. Sementara itu, beberapa negara mengutuk tindakan Israel yang dianggap melanggar ketertiban internasional.


Seiring dengan perkembangan situasi geopolitik yang semakin rumit, penting untuk mempertahankan dialog antara semua pihak yang terlibat. Konflik yang berkepanjangan hanya akan menimbulkan korban yang lebih banyak. Indonesia, melalui peran aktif dalam diplomasi, bisa menjadi jembatan untuk mengedepankan perdamaian dan keadilan.

Setiap tindakan kekerasan selalu memiliki dampak yang merusak, terutama bagi warga sipil yang tidak langsung terlibat. Oleh karena itu, upaya kolektif dari komunitas internasional sangat diperlukan untuk mencegah eskalasi lebih lanjut dan memastikan bahwa hukum internasional tetap dihormati.

Ketika dunia menghadapi tantangan semakin kompleks,जीवनी को मनुष्यों द्वारा स्वतंत्र रूप से नेतृत्व करने की क्षमता है।

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan