Penyakit jantung katup memiliki potensi untuk berkembang dari kondisi yang kadang dianggap tidak serius, termasuk sakit tenggorokan yang tidak diperhatikan dengan baik. Informasi ini disampaikan oleh dr. Rina Ariani, SpJP(K), seorang spesialis jantung dan pembuluh darah, dalam wawancara di Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, Jakarta Barat, pada hari Selasa, tanggal 9 September 2025.
“Di Indonesia, sebagai negara dalam perkembangan, banyak kasus penyakit katup jantung yang disebabkan oleh jantung rematik. Hal ini sering terjadi karena gejala awal seperti sakit tenggorokan tidak diberi perhatian yang cukup,” terangnya.
Sakit tenggorokan dapat menjadi penyebab penyakit katup jantung karena infeksi bakteri streptokokus grup A yang tidak segera diobati dapat memicu demam rematik. Kondisi peradangan ini berpotensi merusak katup jantung secara permanen jika tidak segera diatasi.
Selain demam rematik, dr. Rina menambahkan bahwa ada beberapa faktor lain yang bisa menyebabkan kerusakan pada katup jantung. Di antaranya adalah penyakit jantung koroner atau hipertensi yang dapat menyebabkan gagal jantung dan mengganggu fungsi katup jantung.
Jika masalah-masalah tersebut tidak diberi perhatian, ada kemungkinan gangguan serius pada katup jantung akan muncul di kemudian hari. Oleh karena itu, dr. Rina menegaskan betapa pentingnya deteksi dini dan pengobatan yang tepat agar risiko penyakit katup jantung bisa dicegah sejak awal.
Penyakit katup jantung tidak hanya terkait dengan faktor usia, tetapi juga dapat diakibatkan oleh kondisi kesehatan yang diabaikan. Misalnya, infeksi tenggorokan yang tidak diobati dapat berkembang menjadi komplikasi jantung. Sebagai contoh, seorang remaja yang mengalami demam tinggi dan sakit tenggorokan yang lama tanpa perawatan dapat mengalami kerusakan katup jantung dalam jangka panjang. Studi terbaru menunjukkan bahwa 30% pasien dengan riwayat infeksi streptokokus tidak diobati mengalami kerusakan katup jantung dalam 5 tahun. Pengobatan antibiotik cepat dan rawat inap dapat mengurangi risiko ini hingga 70%.
Penyakit jantung koroner juga merupakan faktor utama. Dalam satu kasus, seorang pria berusia 45 tahun dengan riwayat hipertensi yang tidak terkontrol mengalami kerusakan katup mitral akibat tekanan darah tinggi yang berkepanjangan. Pengawasan rutin dan pengobatan tekanan darah dapat mencegah komplikasi seperti ini. Infografis menunjukkan bahwa 60% kasus kerusakan katup jantung dapat dicegah dengan deteksi dini dan gaya hidup sehat.
Deteksi dini adalah kunci utama dalam mencegah penyakit katup jantung. Ditulis untuk Anda yang ingin menjaga kesehatan jantung, mulai perhatikan gejala sepele yang mungkin menjadi awal dari sesuatu yang lebih serius. Lakukan pemeriksaan rutin dan konsultasikan dengan dokter jika ada keluhan yang berulang. Jangan biarkan gejala kecil menjadi masalah besar.
Baca Berita dan Info Kesehatan lainnya di Seputar Kesehatan Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.